Perluasan Jaringan PLN Akan Terangi 2 Desa di Ketapang

  • Bagikan
banner 468x60

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Desa Petebang Jaya dan Desa Pasir Mayang di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, dalam waktu dekat akan menikmati aliran listrik dari PT. PLN (Persero).

Saat ini pembangunan dan perluasan jaringan listrik tegangan menengah dan tegangan rendah itu sedang dirampungkan dan sudah mencapai 85 persen.

Selain Desa Pasir Mayang dan Desa Petebang Jaya, terdapat 2 (dua) desa lainnya, yakni desa Sidari dan Rangga Intan.

“Pembangunan jaringan listrik itu satu paket dalam proyek ketenagalistrikan yang dilaksanakan oleh UPPK Kalbar sejak tahun 2017,” jelas  Gurit Baskoro Manager UPPK Kalbar.

Namun, akses jalan yang kurang baik menjadi kendala utama dalam penyelesaian proyek tersebut. Sebab, jarak antara Tumbang Titi ke Desa Petebang Jaya dan Desa Pasir Mayang mencapai 10 km.

“Dikarenakan kondisi jalan yang rusak maka diperlukan waktu sekitar 1 jam lebih untuk sampai di desa tersebut. Medan yang berat dikarenakan kondisi jalan dan jembatan yang rusak merupakan salah satu penyebab lambatnya penyelesaian proyek ini,” ujarnya.

Meski demikian, diakui dukungan warga setempat cukup besar. Bahkan banyak pekerjaan-pekerjaan proyek terutama pengangkutan material dibantu oleh warga sekitar, dan dapat diselesaikan.

Saat ini tinggal beberapa tiang JTM dan JTR saja yang akan selesai didirikan,” ujar Gurit Baskoro Manager UPPK Kalbar.

Seniman (22) salah seorang pekerja proyek mengatakan kondisi cuaca yang kurang baik juga menghambat penyelesaian pekerjaan.

Biasanya pengawas pekerjaan akan menghentikan seluruh aktifitas pengerjaan pada saat cuaca memburuk.

Baca juga  Begini Cara jajaran Polres Bengkayang Tangkal Wabah Covid-19

“Faktor keselamatan kerja tentu harus diutamakan,” kata Seniman.

Keberadaan listrik bagi warga Desa Petebang Jaya dan warga Desa Pasir Mayang merupakan anugerah. Sebab, sudah berpuluh tahun lamanya mereka mendambakan aliran listrik PLN masuk ke desa mereka.

“Dari sejak lahir hingga besar dan tinggal di desa Pasir Mayang ini saya sama sekali belum pernah menikmati listrik. Listrik dan jalan merupakan 2 hal yang sangat kami idamkan,” ungkap warga desa Alusius (44).

Untuk memenuhi kebutuhan penerangan, diakui warga mereka biasanya menggunakan genset. Biadanya untuk 1 hari diperlukan sekitar 2 liter minyak solar yang harganya sekitar Rp10 hingga 12 ribu.

“Berarti untuk 1 bulan pengeluaran kami rata-rata sekitar Rp600ribu hingga 700ribu, itupun hanya untuk penerangan lampu saja. Lama kelamaan banyak warga yang tidak mampu membeli solar untuk menghidupkan genset dirumahnya, makanya untuk mengakalinya biasanya jika anak-anak ingin belajar pada malam hari, kami mengikatkan lampu senter di kepala mereka agar mereka bisa belajar,” ujar Aloysius.

Warga mengaku ketidakmampuan mereka memenuhi kebutuhan penerangan dan lain-lainnya tentunya berimbas pada pola kehidupan masyarakat.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa juga terbilang lambat, karena akses jalan dan ketiadaan listrik. Warga bahkan kerap menumpang ke rumah tetangga lainnya untuk menonton televisi.

“Tentu kesedihan dan kesusahan yang kami rasakan selama ini akan berakhir. Meski kondisi jalan masih rusak, buat kami masuknya listrik merupakan anugerah. Terima kasih kepada pemerintah melalui PLN yang telah membantu meringankan beban hidup warga desa kami di Pasir Mayang,” ujar Aloysius.

Baca juga  Jadwal Liga Italia 2021/2022: Genoa Jadi Ujian Perdana Inter Milan

Keberadaan listrik masuk desa diharapkan warga dapat disosialisasikan dengan baik. Warga desa meminta pihak PT. PLN (Persero) memberikan informasi dan prosedur resmi terkait biaya pemasangan listrik.

“Sehingga tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat. Sekaligus menutup peluang bagi para oknum yang tak bertanggungjawab yang sewaktu-waktu mengatasnamakan prtugsd PLN, yang merugikan masyarakat desa,” harap Aloysius.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) Kalbar, tercatat sepanjang tahun 2018 telah melakukan penyalaan listrik pada 8 desa. Proyek tersebut dilaksanakan sejak tahun 2016.

Padahal listrik juga dilakukan pada 6 dusun dan 13 desa. Proyek listrik masuk desa itu dilaksanakan pada tahun 2017. Proyek listrik masuk desa tahun 2018 ini direncanakan sebanyak 12 desa.

“Dari total 12 desa yang kita rencanakan, saat ini ada 6 desa yang sudah 100 persen selesai dilaksanakan proses pembangunan dan perluasan jaringan listriknya. Sisanya diperkirakan akan rampung diakhir Desember ini,” kata Gurit Bagaskoro, Manajer UPPK Kalbar.

Sepanjang tahun 2018, lanjut Gurita Baskoro dikatakan pihaknya telah membangun Jaringan Tegangan Menegah (JTM) sepanjang 66,65 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 34,5 kms dan gardu distribusi sebanyak 22 unit dengan total kapasitas sebesar 1.500 kVA.

“Pembangunan dan perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat melayani penambahan pelanggan sebanyak 1.757 pelanggan,” pungkasnya.

Pewarta : Hendra / Humas PT. PLN (Persero) UIW Kalbar
Editor : Arizbroadcaster

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *