Perempuan dan Anak Masih Rentan di Diskriminasi

  • Bagikan
banner 468x60

KUBU RAYA (triggernetmedia.com) – Sejumlah persoalan sosial yang terjadi saat ini kerap berdampak pada masyarakat khususnya terhadap perempuan dan anak. Dampak kekerasan, perlakuan-perlakuan diskriminatif, dan sebagainya merupakan persoalan sosial iti. Karenanya diperlukan upaya untuk dapat mencegahnya.

“Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama atau pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai karakter dan budi pekerti,” ujar Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Ibu ke-90 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (17/12).

Menurut Hermanus, ketahanan keluarga menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis dan religius.

Namun, kata Hermanus, hal tersebut tetap harus didukung pelibatan semua unsur masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Termasuk peran laki-laki dalam kampanye yang mendukung pencegahan kekerasan dan pencapaian kesetaraan gender.

Baca juga  Merdeka Belajar, Melangkah Maju demi Suksesi Pendidikan

“Gerakan ‘He For She’ menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput,” ujarnya.

Wakil bupati, Hermanus mengapresiasi tiga organisasi wanita yakni Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Dharma Wanita yang bersama mitra kerja lainnya selalu terlibat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu.

Menurut Hermanus, melalui peringatan Hari Ibu, generasi muda diingatkan akan sebuah momentum kebangkitan bangsa, khususnya perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Peringatan Hari Ibu diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk mengakui pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan,” ucapnya.

Peringatan Hari Ibu diharapkan berpengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup dan pemenuhan hak serta kemajuan perempuan. Sekaligus menegaskan bahwa perempuan jika diberi peluang dan kesempatan akan mampu meningkatkan kualitas hidup serta potensi yang dimiliki.

Baca juga  TPNPB-OPM Desak Pemerintah Indonesia Bebaskan Mantan Ketua KNPB Victor Yeimo

“Saat ini terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan,” ucapnya.

Sementara, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kubu Raya, Jeniard Alberta Manao, mengatakan Hari Ibu lahir dari pergerakan bangsa Indonesia.

Jenistd Alberta Manao mengatakan dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia tak terpisahkan dalam perjuangan bangsa.

“Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Pewarta : Rio / Humas Pemkab. Kubu Raya
Editor : Arizbroadcaster

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *