banner 120x600 banner 120x600

Prospek Iklim Dasarian I Desember 2108, Curah Hujan Tinggi

banner 120x600
banner 468x60
Kepala Staklim BMKG Mempawah, Kalbar, Wandayantolis

MEMPAWAH (triggernetmedia.com) – Analisa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan, monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Barat secara umum terpantau berada dalam kategori sangat pendek, yakni 1-5 hari. Hingga masih brrpotensi turun hujan.

“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Dengan kategori Pendek enam hingga sepuluh hari,” kata Kepala Staklim BMKG Mempawah, Wandayantolis.

Menurut Wandayantolis, analisis curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian I bulan Desember 2018 didominasi oleh kategori menengah hingga tinggi.

“Dengan curah hujan berkisar antara 76 hingga 200 milometer perdasarian,” ujarnya.

Sedangkan sifat hujan pada dasarian I bulan Desember 2018 dikatakan Wandayantolis cukup normal hingga atas normal.

Wandayantolis menyebut bahwa suhu udara menyimpang 0.4 – 0.7 derajat selsius dari rata-ratanya.

“Peningkatan curah hujan pada 10 hari terakhir di wilayah Kalimantan Barat terjadi akibat adanya gangguan pola angin berbentuk pusaran angin atau Eddy, serta pertemuan garis angin dalam kontrks konvergensi di sekitar wilayah Kalimantan Barat,” jelasnya.

Baca juga  BMKG dan Kemkominfo Investigasi soal Peringatan SMS Tsunami Palsu

Prospek Iklim

Secara umum curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian kedepan periode 11-20 Desember 2018 diprakirakan berkisar antara 70 – 120 mm/dasarian.

Nilai anomali negatif, yang berarti lebih rendah dari rata-ratanya.

“Namun, masih berada dalam kategori menengah,” kata Wandayantolis.

Wandayantolis memaparkan, MJO saat ini berada pada fase 3, dan diprediksi akan bergerak menuju fase 4.

Sedangkan OLR beberapa hari kedepan menunjukkan anomali negatif, yang berarti potensi pertumbuhan awan konvektif di sekitar wilayah Kalimantan Barat berpotensi meningkat.

“Distribusi curah hujan cukup tinggi pada awal dasarian, lalu cenderung mengalami penurunan pada pertengahan hingga akhir dasarian,” ungkap Wandayantolis.

Lebih lanjut dipaparkan, bahwa curah hujan di wilayah hulu lebih tinggi dibanding wilayah pesisir. Dimana suhu udara di wilayah Kalimantan Barat pada 10 hari ke depan yang diprakirakan lebih tinggi berkisar antara 0.3 – 0.5 derajat selsius dari rata-ratanya pada kisaran 23.0 derajat selsius hingga kebih dari 31.0 derajat selsius.

Baca juga  BMKG Rilis Gempabumi Tektonik M 5,2

“Masyarakat harus mewaspadai dampak dari tingginya curah hujan berupa peningkatan potensi bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. Apalagi potensi genangan hingga banjir akan semakin meningkat bersamaan dengan terjadinya pasang laut,” imbau Wandayantolis.

Pewarta : Arizbroadcaster
Editor : Arizbroadcaster

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.