banner 120x600 banner 120x600

Antisipasi Kelangkaan Sembako dan BBM

banner 120x600
banner 468x60

BENGKAYANG (triggernetmedia.com) – Polres Bengkayang menggelar rapat bersama guna membahas antisipasi kelangkaan bahan pokok dan BBM jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

Kabag Ops Polres Bengkayang, Kompol Paino mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengantisipasi kelangkaan barang kebutuhan pokok dan gejolak harga barang bebutuhan pokok dengan mengawasi pendistribusian kebutuhan pokok.

“Sehingga tidak ada oknum yang menimbun dan menyebabkan kelangkaan, sehingga mengakibatkan tingginya harga menjelang hari raya Natal 2018 dan Tahun 2019,” kata Kompol Paino, Senin (10/12).

Dikatakan, Tim Satgas Pangan melibatkan instansi karena Polres Bengkayang tidak dapat berkerja sendiri tanpa adanya dukungan dan kerjasama dari stakeholder.

“Untuk mengantisipasi kelangkaan dan tingginya harga kebutuhan pokok atau sembako, perlu segera dibentuk tim Satgas Pangan,” ujar Kompol Paino.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, akan dilakukan operasi pasar, dan melibatkan Dinas Perdagangan, termasuk Dinas Peternakan.

Baca juga  77 Tahun Indonesia Merdeka, Wali Kota Pontianak: Tetap Semangat Kerja Keras dan Optimis

“Supaya sebelum hari H harga kebutuhan pokok yang di perlukan masyarakat tetap stabil,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Luter Wongkar mengungkapkan harga sembilan bahan pokok saat ini cukup stabil, dan jumlah stok mencukupi sampai pada tahun baru.

“ketersedian bahan pokok cukup dan harga masih stabil untuk Natal dan Tahun Baru”, ucapnya.

Luter Wongkar meminta kepada masyarakat ikut bersinergi meningkatkan pengawasan guna mencegah penimbunan barang pokok yang dilakukan oknum pedagang saat kebutuhan meningkat.

“Segera melapor jika di temukan pelaku usaha melakukan penimbunan kepada satgas pangan,” tegasnya.

Khusus pengguna gas elpiji 3 kilogram, masyarakat yang ekonominya standar untuk beralih pada gas yang ukuran lebih besar.

Masyarakat yang ekonominya menengah keatas diminta beralih menggunakan gas ukuran besar.

“Biar stoknya bisa kebagi,” ujar Liter.

Sementara, pihak pengelola SPBU di Bengkayang menyatakan bahwa BBM di Bengkayang cukup. Dikatakan, kelangkaan dikarenakan proses pendistribusian dari depot ke SPBU dan jumlahnya juga ditentukan oleh pertamina.

Baca juga  Menkominfo Targetkan Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi Rampung 2024

“Dikarenakan jarak yang cukup jauh serta transfortasi pengangkut BBM untuk kapasitas besar tidak memungkinkan untuk melalui jalan ke Bengkayang”, ungkap Veronika Wallis.

Pewarta : Doe
Editor : Dhesta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.