Jembatan Penghubung antar kecamatan di Ketapang ambruk

  • Bagikan
banner 468x60

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Warga Desa Benua Krio, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang mengeluhkan rusaknya Jembatan penghubung antaran Kecamatan Hulu Sungai dengan Kecamatan Sandai. Kerusakan jembatan sudah diperkirakan hampir satu pekan lamanya.

“Hampir sepekan ini ambruk dan sampai saat ini belum ada perbaikan oleh pihak terkait,” ungkap Naga warga setempat, Senin (15/10).

Akibat rusaknya jembatan penghubung Desa Benua Krio, kata Naga, aktivitas lalu lintas menjadi terganggu bahkan.

“Warga khawatir kerusakan jembatan menimbulkan korban jiwa. Lantaran jembatan itu merupakan jembatan yang kerap dilalui masyarakat,” ujarnya.

Naga mengungkapkan saat ini kondisi jalan menuju jembatan itu sangat curam. Warga pun khawatir jika pengendara melintas tak mengetahui kerusakan jembatan.

“Pada malam hari minim penerangan. Pengendara bisa terjatuh jika melintasi jembatan yang ambruk tersebut,” cemas Naga.

Baca juga  Sevilla Menang Dramatis, Bilbao Dipecundangi Sembilan Pemain Tim Promosi

Menurut warga, kronologis rusaknya jembatan diketahui saat aktifitas petugas Bulog yang mengantar beras Bulog untuk masyarakat yang terpaksa membongkar muatan dilokasi tersebut. Angkutan beras Bulog itu kemudian dipindahkan ke kendaraan yang ada diseberang jembatan secara manual.

Warga meminta Pemkab. Ketapang dapat segera memperbaiki jembatan penghubung antar kecamatan yang rusak berat itu. Sebab, hingga kini masyarakat umumnya mengeluh kesulitan beraktifitas melintasi jembatan tersebut.

“Kami minta kepedulian pemerintah daerah. Sebenarnya jembatan sudah lama diusulkan tapi belum pernah terealisasi pembangunannya. Dan saat ini rusak berat, perlu perbaikan,” sebut Naga.

Sementara, Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Arpani mengaku terkait perbaikan jembatan di Desa Benua Krio, Kecamatan Hulu Sungai memang sebelumnya sudah dilakukan peninjauan. Dikatakan pihaknya sudah menghitung berapa anggaran yang diperlukan.

Baca juga  Pemerintah: Covid-19 Terkendali September 2021, Herd Immunity Maret 2022

“Saya sudah dua kali kelokasi, makanya sudah kami hitung RAB, gambar dan lain-lain. Namun, saat diajukan untuk direaliasikan pembangunan menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT-red) ternyata dari Keuangan Pemda meminta Dinas PU yang melaksanakan kegiatan tersebut,” jelas Arpani.

Reasliasi jembatan tersebut belum juga terlaksana sampai saat ini. Meski demikian Arpani mengakui kejadian jembatan ambruk tidak hanya sekarang ini.

“Dulu 2017 pernah terjadi dan sudah ditimbun, sekarang rusak lagi. Makanya kita saat ini belum mendapat konfirmasi dari dinas PU mengenai persoalan ini yang jelas kita siap kalau ini diperintahkan kita yang tangani,” ujar Arpani.

Pewarta : Yovi/Jhon
Editor : Arizbroadcaster

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *