Kirab Satu Negeri di Kalbar Angkat Isu Perbatasan dan Potensi Daerah

  • Bagikan
banner 468x60

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kirab Satu Negeri (KSN) bertajuk “Bela Agama Bela Negeri” di Kalimantan Barat akan digelar dengan nuansa kedaerahan. Pada pelaksanaannya nanti, 6-14 Oktober 2018, berbagai isu dan potensi yang ada di Kalbar akan diangkat.

“Dalam Kirab Satu Negeri ini, PW GP Ansor Kalbar akan mengangkat isu-isu kedaerahan. Di antaranya soal daerah perbatasan, di mana kita ingin nantinya perbatasan yang ada di Kalbar menjadi bagian penting perhatian dari pemerintah pusat,” ujar Muhammad Nurdin, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalbar, saat ditemui di sela rapat persiapak KSN di Kantor PWNU Kalbar, Pontianak, Jumat (28/9/2018) malam.

Dalam pelaksanaan KSN, pengurus Ansor dan Banser se-Kalbar akan berkeliling ke sejumlah kabupaten/kota yang ada di Kalbar. Fokusnya adalah beberapa daerah perbatasan, seperti yang ada di Sanggau dan Bengkayang.

Baca juga  Pj. Sekda Ketapang: Aspek Sosial, Ekonomi, dan Ekologi Kekuatan Membangun Desa Mandiri

“Daerah perbatasan yang ada di Kalbar ini memang dari segi infrastruktur terbilang sudah maju. Nah kita ingin perkuat isu potensi-potensi yang ada di sana, seperti sektor ekonomi, sumber daya alam, dan lain sebagainya,” terang dia.

Rencananya, di sela jadwal pelaksanaan KSN, rangkaian kegiatan kirab yakni pengibaran bendera merah putih di Sungai Kapuas, Tayan, Kabupaten Sanggau dengan menggunakan belasan sampan.

Nurdin mengungkapkan, pihaknya ingin mempromosikan kearifan lokal dan potensi yang ada di Kalbar, salah satunya Sungai Kapuas. Sebagaimana diketahui, Kalimantan Barat merupakan provinsi yang dikenal dengan sungainya.

“Kita menambah kegiatan di Sanggau, yakni di Tayan, kirab menyusuri Sungai Kapuas dengan menggunakan 17 sampan dan membawa bendera merah putih. Nanti bersama Raja Tayan,” katanya.

Di samping itu, rangkaian kegiatan KSN di Kalbar, akan diadakan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan. Antara membersihkan parit, menanam pohon, menebar benih ikan, membersihkan masjid, ziarah ke makam ulama, zikir, salawatan, dan lain sebagainya.

Baca juga  Perawatan Jaringan Transmisi PLN

Di tingkat nasional, KSN dimulai dari lima titik daerah terluar di Indonesia, yakni Sabang, Nunukan, Pulau Miangas, Pulau Rote, dan Merauke, pada 16 September sampai 26 Oktober 2018. Sebanyak 1.945 peserta kirab akan dilepas dari lima titik tersebut.

KSN direncanakan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018. Pada acara puncak ini bakal dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, di Yogyakarta, sebelumnya akan disenggarakan juga Global Unity Forum (GUF) II yang akan menghadirkan berbagai tokoh agama dan perdamaian dari dalam dan luar negeri. (qrf)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *