Uncategorized

Urbanisasi dan Kemacetan di Kota Pontianak Tak Bisa dibendung

"Kita berharap outer ring road, duplikasi Jembatan Kapuas I dipercepat karena ini merupakan ranah provinsi dan pusat," kata Edi.

triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak menggelar Gabungan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2020 di Hotel Ibis Pontianak, Selasa (25/2/2020). Forum tersebut untuk melakukan sinkronisasi, verifikasi dan penyepakatan terkait usulan-usulan kecamatan yang menjadi prioritas pembangunan.

“Dalam forum ini akan didengarkan dan dirembukkan usulan-usulan dan keinginan dari masyarakat melalui hasil musrenbang tingkat kecamatan beberapa waktu lalu,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan pengarahan kepada jajarannya.

Dalam forum ini, lanjut Edi, instansi terkait dan stakeholder perlu menyamakan persepsi. Persoalan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Selain itu, menurutnya, persoalan pertumbuhan ekonomi, kemacetan, genangan dan kemiskinan juga menjadi prioritas.

“Pasalnya persoalan Kota Pontianak sangat luas dan kompleks. Hal itu bisa disebabkan dari faktor internal dan eksternal,” ujarnya.

Edi menyebut faktor eksternal yang saat ini dihadapi diantaranya ekonomi dunia dan wabah virus corona yang menyebabkan lesunya perekonomian dunia.

Kemudian, katanya lagi, arus urbanisasi juga menjadi salah satu faktor. Dia mengakui urbanisasi tidak bisa dibendung.

“Kita tidak bisa melarang orang masuk ke Kota Pontianak. Kemacetan yang terjadi di Kota Pontianak tidak bisa dilihat secara parsial. Sebab Pontianak menjadi tempat perlintasan kendaraan dari wilayah sekitar maupun luar kota,” jelasnya.

“Kita berharap outer ring road, duplikasi Jembatan Kapuas I dipercepat karena ini merupakan ranah provinsi dan pusat,” kata Edi.

Edi menambahkan, dalam melaksanakan pembangunan hendaknya ada suatu percepatan, pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.

“Rencana pembangunan yang disusun merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional,” tutupnya.

Jim I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close