HeadlineKapuas RayaKilas KalbarSospolhukam

Rakor Sensus Penduduk 2020

Alipius sebut Sensus Penduduk 2020 adalah penataan dan penertiban dalam penertiban dokumen dan data Kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan.

triggernetmedia.com – Kepala BPS Kabupaten Sanggau, Alipius menegaskan Sensus Penduduk 2020 merupakan sensus penduduk ke-7. Hal tersebut disampaikannya pada rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Sanggau, Senin (10/2).

Alipius menyebut, Sensus Penduduk 2020 adalah penataan dan penertiban dalam penertiban dokumen dan data Kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan.

“Yang hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain,” jelasnya.

Melalui rakor tersebut, Alipius menyampaikan tiga pokok penting terkait pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Kabupaten Sanggau.

Pertama, kata dia, satuan data kependudukan yang menggunakan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan SP2020.

“Upaya ini menjadi langkah penting pewujudan Satu Data Kependudukan Indonesia,” ujarnya.

Yang kedua sambungnya, tahapan kegiatan terdiri dari tiga tahapan pengumpulan data, dimana Sensus Penduduk dapat dilakukan secara Online (SP Online) pada bulan Februari – Maret 2020. Adapula Sensus Penduduk Wawancara (SP Wawancara) di bulan Juli 2020, dan Pencacahan Sampel di bulan Juli 2021. Ketiga, lanjutnya, yakni berita kegiatan.

“Terkait sosialisasi pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, dukungan, dan partisipasi aktif dari seluruh Masyarakat,” ujar Alipius.

Terkait Sensus Penduduk 2020, Kadis Dukcapil Kabupaten Sanggau, Eduardus Eval, mengingatkan, salah satu pintu pertama untuk melakukan rekapitulasi data tentang Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Sanggau adalah Disdukcapil.

“Sebab, di dukcapil inilah rekapitulasi data kepemilikan identitas penduduk yang berkaitan dengan proses perekaman KTP-EL, kepemilikan KK dan KTP-EL, serta Akta Pencatatan Sipil terdata,” jelasnya.

“Jila masih belum sesuai dengan data jumlah penduduk wajib KTP dan Akta Pencatatan Sipil, maka kondisi tersebut
dapat mempengaruhi program pembangunan dan sensus penduduk oleh BPS serta daata pemilih dalam pilkada di Kabupaten Sanggau yang akan datang,” jelasEduardus Eval menambahkan.

Lebih lanjut dijelaskan. dengan terpenuhinya Administrasi Kependudukan, maka Pembangunan Kabupaten Sanggau tidak terlepas dari peran serta Perangkat Daerah seKabupaten Sanggau, Sehingga diharapkan dapat memberikan acuan bagi Disdukcapil sebagai pemberi informasi dan data kependudukan dan pencatatan sipil sesuai data kondisi kependudukan.

“Yang meliputi kuantitas penduduk, kualitas penduduk, mobilitas penduduk, dan persebaran penduduk serta mensukseskan Sensus Penduduk Tahun 2020 di Kabupaten Sanggau Tahun 2020,” sebut Eduardus Eval.

Rakor tersebut dipimpin Bupati Sanggau, Paolus Hadi. Turut hadir jajaran Forkopimda dan OPD terkait dilingkungan Pemkab Sanggau.

Libertus I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close