HeadlineKhatulistiwaKilas Kalbar

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Kota Pontianak

Ada lukisan mural sosok ERKA karya difabel Kota Pontianak di gedung UMKM Center.

triggernetmedia.com – Febri, seorang difabel penyandang tunanetra membuat Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono terkesima dengan alunan musik instrumen yang dimainkan lentik dengan jemarinya. Alat musik yang dimainkannya itu adalah alat musik keyboard. Febri bahkan mampu memukau tamu yang hadir.

“Musik yang dimainkan oleh Febri ini luar biasa, saya langsung teringat dengan Stevie Wonder, penyanyi dan pemain musik. Dia juga seorang tunanetra,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat membuka Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Gedung UMKM Center Pontianak, Kamis (12/12).

Selain Febri, lukisan karya difabel juga ditampilkan pada event itu. Menariknya, tampak sosok wajah Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang juga menjadi satu di antara obyek lukisan hasil karya difabel di pameran tersebut.

Edi mengakui para difabel atau disabilitas di Kota Pontianak umumnya memiliki talenta dan kelebihan yang luar biasa.

Sebagaimana tema yang diusung pada peringatan ini, ‘Menuju Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul’, dirinya berharap para disabilitas yang ada di Kota Pontianak mampu mengguncang dunia dengan prestasi-prestasi di berbagai bidang.

Edi menyebut, dalam berbagai event, difabel Kota Pontianak mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan. Sebut saja Asian Para Games beberapa waktu lalu, beberapa atlet disabilitas penyumbang medali emas untuk Indonesia berasal dari Pontianak.

“Artinya secara fisik mungkin mereka memiliki kekurangan, tetapi dari segi prestasi mereka lebih unggul,” ucap Edi.

Dirinya yakin para difabel atau disabilitas yang ada di Kota Pontianak mampu membuktikan bahwa mereka juga bisa mengukir prestasi.

Edi pun mengungkapkan, tidak sedikit ilmuwan dan seniman dunia, meskipun memiliki keterbatasan fisik, tetapi mereka mampu menciptakan karya-karya atau ciptaan yang hingga kini bermanfaat bagi orang banyak.

Sebut saja pelukis Leonardo Da Vinci penyandang disleksia. Karyanya yang diperbincangkan dunia yakni lukisan Mona Lisa yang memiliki daya tarik tersendiri.

Kemudian Thomas Alfa Edison penemu lampu yang merupakan tunarungu, Albert Einstein menyandang sindrom Asperger, yakni gangguan neurologis atau saraf yang tergolong ke dalam gangguan spektrum autisme.

Dibalik itu, Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoritis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20 dengan teori relativitasnya yang terkenal.

“Mereka adalah orang-orang luar biasa dan menginspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam menyediakan fasilitas publik bagi disabilitas, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menerbitkan Perda Nomor 13 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan para penyandang disabilitas.

Meski demikian Edi mengakui di dalam pembangunan infrastruktur pihaknya masih terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk disabilitas. Seperti trotoar untuk tunanetra atau tunadaksa.

“Kita sedang melengkapi fasilitas ramah disabilitas. Bangunan-bangunan milik Pemkot Pontianak termasuk bangunan publik diwajibkan untuk melengkapi bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Jim I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close