HeadlineKhatulistiwaKilas KalbarSospolhukam

Pemkot Pontianak Soroti Semrawut Jaringan Kabel dan Tiang Milik PLN dan Telkom

Bahasan : "Jika dalam tiga bulan tidak ada progress yang signifikan, kita akan terus sampaikan ke media berulang-ulang. Kita berharap rapat koordinasi ini menghasilkan sesuatu yang sudah disepakati,"

triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan meminta pihak PT PLN dan PT Telkom segera membenahi jaringan kabel dan tiang yang ada di Kota Pontianak. Sebab keberadaan jaringan kabel dan tiang milik BUMN tersebut dinilai semrawut.

Bahasan mengatakan, pihak PT PLN dan PT Telkom sebenarnya telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan di lapangan terkait kesemrawutan dan ketidakteraturan tiang dan kabel dalam tempo tiga bulan ke depan.

“Jika dalam tiga bulan tidak ada progress yang signifikan, kita akan terus sampaikan ke media berulang-ulang. Kita berharap rapat koordinasi ini menghasilkan sesuatu yang sudah disepakati,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, apabila kesemrawutan kabel dan tiang listrik milik PT PLN dn milik PT Telkom tidak segera ditangani itu dapat membahayakan masyarakat, juga membuat kota terkesan semakin semrawut. Karena itu dirinya menegaskan tidak ingin Kota Pontianak menjadi seperti ‘hutan kabel’ lantaran kesemrawutan kabel-kabel milik PLN dan Telkom.

“Apalagi masyarakat menyampaikan keluhan ini langsung ke Pemkot Pontianak. Artinya keberadaan jaringan kabel dan tiang listrik PLN dan Telkom ini memang dinilai mengganggu, khususnya terhadap kelangsungan lalu lintas kendaraan,” sebut Bahasan.

“Bahkan ada mobil ambulance yang tidak bisa masuk ke dalam gang karena terhalang tiang listrik,” timpalnya.

Bahasan mennyatakan, dari penjelasan pihak PT PLN dan PT Telkom, Pihaknya sudah melakukan pembenahan di sejumlah titik. Namun mereka mengakui karena keterbatasan yang ada sehingga menerapkan sistem antrian sesuai dengan skala prioritas.

Selain itu, sambungnya, sistem birokrasi di perusahaan itu juga menjadi salah satu kendala.

“PLN harus mendapatkan persetujuan ke tingkat wilayah dan pusat baru bisa dilakukan tindaklanjut di lapangan. Rantai birokrasi yang berantai menyebabkan kesulitan pembenahan,” jelasnya.

Dinas terkait juga diminta membenahi persoalan tersebut. Karena Pemkot Pontianak juga telah membentuk tim keindahan kota sehingga harus dilakukan sinergi dan kolaborasi agar hal tersebut terwujud. Langkah selanjutnya dinas terkait akan melakukan pengecekan di lapangan guna mendapatkan data titik yang akan menjadi prioritas penanganan.

“Kesemrawutan tiang listrik kadang ada ditengah jalan, juga perlu mendapatkan prioritas untuk dipindahkan,” pungkasnya.

Jim I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close