HeadlineKilas KalbarLandakLipsus

Pemkab Landak Apresiasi Perkembangan Indeks Pembangunan Desa

Ajak FKPM dan Tokoh Masyarakat tingkatkan Desa Mandiri.

triggernetmedia.com – Pemerintah Kabupaten membuka acara kegiatan peningkatan kemampuan awak pos kamling FKPM dan tokoh masyarakat, dengan tema “meningkatkan peran FKPM dan tokoh masyarakat guna mengantisipasi dan mencari solusi permasalahan sosial dalam mendukung terwujudnya desa mandiri di wilayah Kalimantan Barat” di aula Citra Swalayan Ngabang, Sabtu (28/12). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Landak Vinsensius di daulat mewakili Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa yang berhalangan hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirbinmas Polda Kalimantan Barat, Ketua DPRD Kabupaten Landak, Forkopimda Kabupaten Landak, Kapolsek Ngabang, Koramil beserta jajarannya, Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Menyampaikan amanat Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, Sekda Landak Vinsensius memaparkan salah satu target capaian presiden pada rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015-2019 yaitu mengentaskan 5000 desa tertinggal dan meningkatkan sedikitnya 2000 desa mandiri di Indonesia.

“Atas dasar ini pula Gubernur Kalimantan Barat dalam masa kepemimpinannya lima tahun ke depan berupaya untuk meningkatkan status kemandirian desa, sehingga desa di provinsi Kalimantan Barat dapat mencapai sekurang-kurangnya 425 desa mandiri dan untuk Kabupaten Landak sendiri dari tahun 2019 dengan 2022 ditargetkan dapat mewujudka 19 desa mandiri,” papar Vinsensius, Sabtu (28/12).

Vinsensius menyampaikan bahwa  Indeks Desa Membangun (IDM) adalah indeks komposit yang dibentuk dari indeks kesehatan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi yang disusun untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa, serta untuk menyediakan data dan informasi untuk pembangunan desa.

“Dengan IDM status kemajuan dan kemandirian desa dapat dijelaskan dengan klarifikasi yang diharapkan dapat memfasilitasi pemahaman tentang situasi dan kondisi desa saat ini, serta bagaimana langkah kebijakan yang harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kehidupan desa menjadi lebih maju dan mandiri,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaiak Vinsensius, bahwa berbagai program pembangunan yang ditunjukan untuk meningkatkan status kemajuan dan kemandirian desa telah diluncurkan oleh pemerintah.

Hal tersebut, sambungnya, merupakan upaya peningkatan status kemandirian desa mandiri sangat strategis yang memerlukan sinergitas dari semua pihak, baik dari pemerintah, TNI, POLRI dan bahkan dari pihak swasta.

“Pemerintah Kabupaten Landak sangat mengapresiasi desa yang sudah berhasil mencapai status desa mandiri, karena hal ini merupakan salah satu bentuk nyata keberhasilan desa mengelola pembangunan desa dan pemanfaatan dana desa yang tepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup dan menanggulangi kemiskinan,” kata sekda Landak Vinsensius.

Ia juga mengingatkan bahwa desa yang sudah mencapai status desa mandiri. Meskipun sudah pada status desa mandiri tidak berarti desa sudah pada titik puncak, tantangan kedepan justru lebih berat karena harus mempertahankan indikator-indikator yang sudah baik nilainya.

“Jangan sampai mengalami penurunan nilai sehingga bisa menyebabkan penurunan status, harus terus-menerus berupaya membangun desa, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Landak,” pungkasnya.

Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close