HeadlineKilas KalbarLandakLipsusSospolhukam

Intensitas Hujan Tinggi, Wilayah Jelimpo Terdampak Banjir

Karolin tegaskan penanganan keselamatan korban yang utama.

triggernetmedia.com – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menegaskan, penanganan korban yang terdampak banjir adalah yang utama. Dirinya memastikan tempat pengungsian dan keperluan untuk para korban selalu disediakan.

“Dalam hal ini yang kita utamakan pastikan keselamatan para korban, dan jika kondisi semakin parah, tempat pengungsian telah kita sediakan di kecamatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya sudah perintahkan OPD bersama Camat dan Kepala Desa untuk terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak banjir,” kata Karolin mencermati banjir di Jelimpo akibat terdampak hujan sejak Sabtu (15/2) dini hari.

Masyarakat Landak yang terdampak banjir agar terus waspada dalam menghadapi kondisi cuaca saat ini. Karolin berharap masyarakat dapat segera melaporkan kepada pihak Desa, kecamatan hingga di kabupaten jika terjadi bencana didaerahnya.

“Saya terus mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada menghadapi cuaca saat ini, karena kita tidak tahu kapan bencana bisa terjadi. Untuk itu, kepada masyarakat yang mungkin mengalami musibah bencana agar segera melaporkan kepada pihak desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten agar segera kita tangani bersama,” imbaunya, Minggu (16/2)

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak bersama Camat Jelimpo dan Bhabinkamtibmas Desa Jelimpo melakukan pemantauan langsung ke daerah terdampak banjir di wilayah Kecamatan Jelimpo, Sabtu (15/2).

Dari hasil pantauan dilapangan itu,  beberapa wilayah yang terdampak banjir, diantaranya Desa Jelimpo, Desa Tubang Raeng dan Desa Pawis Hilir. Bahkan ketinggian muka air (TMA) Sungai Jelimpo di beberapa wilayah semakin naik. Ketinggian banjir mencapai 50-80cm dari badan jalan di Dusun Jelimpo Desa Jelimpo, dan 60cm di Dusun Karangan Mas Desa Tubang Raeng.

Sedikitnya 10 unit rumah di Dusun Karangan Mas Desa Tubang Raeng terendam akibat terdampak banjir, dengan korban terdampak sebanyak 40 jiwa dari 12 Kepala Keluarga (KK).

Di Dusun Jelimpo terdapat 6 unit rumah terendam dengan korban terdampak sebanyak 32 jiwa dari 6 Kepala Keluarga (KK).

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Landak, Herman Masnur, pihaknya berencana melakukan tindak lanjut dengan terus melakukan pemantauan periodik di wilayah terdampak banjir, dan terus berkoordinasi dengan semua pihak di kecamatan dan desa.

“Persiapan-persiapan telah dilakukan oleh BPBD seperti menyiapkan perahu dan logistik. Koordinasi juga telah dilakukan dengan beberapa instansi seperti Polsek Ngabang, Camat Jelimpo dan BPBD Provinsi Kalbar. Untuk lokasi pengungsian, BPBD melalui TRC telah berkoordinasi dengan Camat Jelimpo dan menetapkan Aula Kantor Camat Jelimpo sebagai lokasi pengungsian dan Kantor Camat Jelimpo sebagai Posko Tanggap Darurat Banjir di Kecamatan Jelimpo,” ujar Herman.

Camat Jelimpo, Vietra Triana menyatakan pihaknya bersama BPBD Landak dan Bhabinkamtibmas mengimbau kepada masyarakat di wilayah yang rawan terdampak banjir agar tetap waspada dan melakukan persiapan-persiapan antisipasi banjir.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal diwilayah rawan banjir agar selalu waspada dan segera melakukan persiapan- persiapan antisipasi banjir,” Imbaunya.

Camat Jelimpo, Vietra Triana juga mengimbau masyarakat segera melaporkan situasi jika keadaan semakin parah kepada pihak Desa, Kecamatan dan BPBD Landak.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga saat ini cuaca di Kabupaten Landak masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir/guntur dan angin kencang durasi singkat di beberapa wilayah seperti Kecamatan Menjalin, Mandor dan kecamatan Sompak.

Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close