HeadlineIndonesia MembangunKapuas RayaKilas KalbarPesona Negeri & DuniaPesona NusantaraSeni & BudayaTraveling

Imlek dan Cap Go Meh Simbol Keragaman Budaya

"Ajang ini menjadi salah satu wadah untuk bersilaturahmi secara umum dan memupuk nilai keagamaan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap keberagaman budaya," ujar Paolus Hadi.

triggernetmedia.com – Puncak Perayaan Imlek tahun ini di Kabupaten Sanggau dimeriahkan dengan kegiatan Cap Go Meh. Kegiatan tersebut dipusatkan di seputar Tri Dharma Pekong Sanggau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (8/2).

“Selamat Tahun Baru Imlek untuk Masyarakat Tionghoa Kabupaten Sanggau dan penghargaannya sebesar-besarnya kepada jajaran panitia yang telah bersinergi hingga terlaksananya puncak perayaan imlek dan cap go meh pada hari ini,” ucap Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Cap Go Meh merupakan perayaan hari ke-15 atau hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek. Karena itu dalam setiap kegiatan Cap Go Meh di Kalimantan Barat identik dengan atraksi naga dan barongsai. Tak terkecuali di Kabupaten Sanggau.

“Ajang ini menjadi salah satu wadah untuk bersilaturahmi secara umum dan memupuk nilai keagamaan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap keberagaman budaya,” ujar Paolus Hadi.

Toleransi, kebersamaan serta harmonisasi itu kunci dari keberhasilan melaksanakan pembangunan. Tanpa harmonisasi, tanpa toleransi, kita sulit untuk membuat kemajuan pembangunan.

Perayaan Imlek pada tahun ini, lanjutnya, jatuh pada Tahun shio Tikus. Tahun yang penuh semangat yang membara, diharapkan semakin menggelorakan jiwa masyarakat di bumi Daranante agar turut serta berpacu dalam pembangunan Daerah lebih maju.

“Semoga semangat ini terus membara hingga Sanggau menjadi daerah yang dikenal dan dikenang sepanjang masa,” kata Paolus Hadi.

Melalui Puncak Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sanggau, kedepannya, sebut Paolus Hadi, akan semakin kaya dengan keberagaman budaya. Dirinya meyakini, dengan keberagaman itu menjadi nilai jual khusus bagi Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat umumnya.

“Lewat agenda ini kita jadikan kota Sanggau sebagai ikon kota yang paling toleran. Tentu saja dalam hal ini Pemerintah Daerah berfungsi sebagai fasilitator dalam pelestarian dan pengembangan budaya daerah dan masyarakat yang peduli, dengan rasa memiliki sekaligus sebagai pelaku dan penikmat dari kegiatan yang dilaksanakan,” ujarnya.

“Toleransi, kebersamaan serta harmonisasi itu kunci dari keberhasilan melaksanakan pembangunan. Tanpa harmonisasi, tanpa toleransi, kita sulit untuk membuat kemajuan pembangunan,” ujarnya menambahkan.

Turut hadir Kapolres Sanggau AKBP. Raymond Marcellino Masengi, Dandim 1204/ Sanggau, Ketua Pengadilan Negeri Sanggau Arief Budiono, Sekda Kabupaten Sanggau Kukuh Triatmaka, Ketua TP. PKK Kabupaten Sanggau Ny. Arita Apolina, Kepala OPD Dilingkungan Pemda Sanggau, Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, Tokoh Adat,Tokoh Pemuda Kabupaten Sanggau.

Libertus

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close