HeadlineKetapangKilas KalbarSospolhukam

Hunian LP Kelas II B Ketapang Sudah Over Kapasitas

Persoalan over kapasitas di LP berdampak pada hal lain, seperti kekurangan kebutuhan air bersih.

triggernetmedia.com – Persoalan over kapasitas di lembaga permasyarakatan (LP) Kelas II B Ketapang tentu saja masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kemenkumham RI. Apalagi, kekinian LP Kelas II B Ketapang itu telah mengalami 100% over kapasitas.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Ketapang, Isnawan mengakui, saat ini Lapas Ketapang itu telah mengalami over kapasitas. Bahkan, menurutnya kelebihan penghuni LP itu telah mencapai 100% lebih.

“Saat ini kondisi lapas dihuni 718 orang napi. Sedangkan kapasitas hunian hanya untuk 250 orang saja. Kondisinya sekarang sudah over kapasitas lebih dari 100%,” kata dia, Rabu (26/2/2020).

Isnawan menyebut, dari 718 orang penghuni Lapas Ketapang, dikatakannya sebagian besar merupakan terjerat kasus narkoba. Mereka mencapai sekitar 400 orang.

Meskipun demikian, pihaknya terus berupaya melakukan penanggulangan terkait persoalan over kapasitas ini.

“Diantaranya dengan secepatnya memproses interasi cuti bersyarat bagi penghuni lapas yang menjalani hukuman pendek 0-1,5 tahun, mereka bisa mengikuti integrasi cuti bersyarat, namun tentu dengan proses dan pemenuhan syarat-syarat yang berlaku,” sebutnya.

Selain itu, sambung Isnawan, upaya penanggulangan lain dari pihaknya adalah dengan berencana meningkatkan tempat tidur didalam sel warga binaan. Sehingga dapat menampung lebih dari kapasitas yang ada.

“Rencananya akan kita buat supaya atas bawah bisa ditiduri mereka,” ujar dia.

Isnawan mengatakan, persoalan over kapasitas berdampak pada hal lain, seperti kekurangan kebutuhan air bersih dan lainnya, akan tetapi pihaknya terus berupaya membuat Lapas menjadi tempat yang benar-benar dapat memberikan manfaat positif bagi penghuninya.

“Kita terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan positif, misalkan dibidang pertanian, pengrajian dan bekas sertifkasi pertukangan untuk penghuni lapas agar kelak ketika mereka bebas dapat mengaplikasikan hal-hal positif kelingkungan, namun semua tentu perlu bantuan seperti rekan-rekan media, pemerintah daerah serta stake holder terkait lainnya,” katanya.

Saat ini, lanjut Isnawan, pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan pelayanan termasuk pelayanan kesehatan bagi penghuni lapas Ketapang, dengan ditempatkan petugas lapas yang kelulusan dunia kesehatan menjadi perawat di klinik lapas ketapang.

“Di lapas ada klinik pengobatan dengan tiga perawat, dimana penghuni lapas yang sakit bisa segera ditanggulangi di klinik ini secara gratis. Namun jika penghuni lapas sakit keras atau memerlukan perawatan lengkap maka langsung kita bawa kerumah sakit yang ada di Ketapang,” kata Isnawan.

“Kedepan, bukan tidak mungkin kami akan berupaya menjadikan klinik kesehatan yang ada menjadi klinik rawat inap. Namun semua perlu proses dan melalui mekanisme yang ada,” katanya lagi.

Jhon I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close