HeadlineKapuas RayaKilas Kalbar

Terdampak Karhutla, Pemkab Melawi Putuskan Liburkan Aktifitas Sekolah

Kondisi udara semakin memburuk, warga Melawi berinisiatif bagi-bagikan masker.

triggernetmedia.com – Pemerintah Kabupaten Melawi, mengeluarkan Surat Edaran melalui Bupati Melawi untuk meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah selama tiga hari kedepan.

Sebab, kondisi kualitas udara di Kabupaten Melawi semakin memburuk, akibat terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Dalam Surat Edara Bupati Melawi itu, menegaskan sekolah-sekolah untuk diliburkan sementara waktu mulai tanggal 12 -14 September 2019.
Surat Edaran tersebut berlaku pada jenjang PAUD, TK, SD dan SMP. Baik Negeri maupun swasta.

Untuk sementara, aktivitas kegiatan belajar di Melawi kita liburkan.

“Karena kabut asap semakin parah dan berbahaya bagi kesehatan anak sekolah,” ungkap Bupati Melawi, Panji.

Meski diliburkan, Panji meminta agar anak sekolah tetap belajar mandiri dirumah dan mengurangi aktivitas kegiatan diluar.

Pada jenjang SMA /SMK, secara umum juga diliburkan.

Namun, Surat Edaran terkait diliburkannya sementara waktu siswa/siswi SMA/SMK itu dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kalbar, yang ditandatangani Gubernur Sutarmidji.

Surat edaran libur sekolah sementara waktu bagi SMA/SMK itu berlaku sejak 12-14 September 2019 di seluruh Kalimantan Barat.

Kondisi kabut asap di Kota Nanga Pinoh, pada hari ini, Rabu (11/9) sejak pukul 17.00 wib, terpantau semakin pekat.

Sejumlah pihak, terlibat aktif membagikan masker di jalan raya, sebagai wujud kepedulian sekaligus keprihatinan atas kondisi yang terjadi saat ini.

“Kita lihat, hari ini, kabut asap semakin parah menyelimuti Kota Nanga Pinoh, jadi kita berinisiatif membantu warga berbagi masker” ujar Ketua BS-PBK, Feby Tio.

Masyarakat Melawi diimbau dapat mengurangi aktifitas kegiatan diluar, yang dirasa tidak terlalu penting. Terlebih, kabut asap dapat mengancam kondisi kesehatan. Khususnya bagi anak anak.

“Kita imbau siapapun dia untuk stop dulu dan tidak membakar lahan. Kita semua tentu berharap kondisii udara dapat kembali normal,” kata Feby Tio.

Pihak BS-PBK berencana akan melakukan penyiraman diwilayah Kota Nanga Pinoh. Seperti di jalan juang, jalan cempaka, jalan Garuda Paal Tanjung dan kenangga.

“Penyiraman atau penyemprotan air ke udara untuk mengurangi debu dan mencegah dampak karhutlah ditengah kemarau panjang saat ini,” ujar Feby Tio.

Dea I Ariz

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button