HeadlineKhatulistiwaKilas KalbarNews

Pemkot Pontianak Imbau Masyarakat Jangan Konsumsi Air Leding

ERKA : Kadar Garam Air PDAM sudah melampaui ambang batas

triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengimbau warga pelanggan PDAM untuk tidak mengkonsumsi air ledeng sementara ini.

Hal tersebut disampaikannya karena saat ini naiknya kadar garam pada intake PDAM di Imam Bonjol dan Kom Yos Sudarso akibat intrusi air laut.

“Kadar garam air kita sudah mencapai tiga ribu miligram per liter. Angka tersebut sudah jauh di atas ambang batas yang ditetapkan, yakni 600 miligram per liter. Meski demikian Air PDAM tetap akan diolah, tetapi tidak untuk konsumsi. Artinya hanya untuk kebutuhan mandi atau mencuci saja,” ujarnya, Selasa (13/8).

Belakangan ini, kata Edi, air PDAM terasa payau akibat meningkatnya kadar garam.

Hal serupa juga pernah terjadi pada tahun lalu. Kendati demikian, PDAM tetap memproduksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci.

“Saya juga sudah memerintahkan PDAM untuk mengambil air di Penepat supaya bisa diolah untuk mengurangi kadar garam,” sebut Edi.

Edi mengakui, untuk mengolah air payau menjadi air tawar membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta harus kontinyu.

Bahkan saat ini, pihaknya tengah mengkaji memproduksi air minum dalam kemasan non mineral bersumber dari Sungai Kapuas.

“Kita sedang mengkajinya apakah layak untuk diproduksi menjadi air minum dalam kemasan,” sebutnya.

Indra (48), satu diantara warga pelanggan PDAM, mengaku bahwa air ledeng yang disalurkan ke rumahnya rasanya tidak seperti biasa.

“Rasanya agak payau, kalau normal biasa rasanya tawar,” ucapnya.

Ia pun memutuskan untuk tidak menggunakan air PDAM untuk masak atau sebagai air minum. Sebagai gantinya, ia menggunakan air mineral galon.

“Air ledeng hanya digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian saja. Semoga kondisi air PDAM segera kembali normal,” harapnya.

Jim I Ariz

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button