HeadlineKilas KalbarSingBeBas

Kekosongan Blanko KTP Elektronik Dikeluhkan Masyarakat Bengkayang

Disdukcapil Bengkayang sebut kekosongan blangko KTP Elektronik secara merata terjadi di seluruh daerah.

triggernetmedia.com – Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik di dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkayang hingga saat ini masih kosong.

Kekosongan tersebut menyebabkan tak sedikit dikeluhkan oleh warga Bengkayang.

Atas keterlambatan ketersediaan blangko KTP elektronik ini, Disdukcapil Kabupaten Bengkayang meminta maaf kepada masyarakat untuk mengerti dan memakluminya.

“Stok blangko sudah mulai kosong di mulai Mei 2019 hingga saat ini. Sehingga pelayanan terhadap pembuatan KTP elektronik belum bisa dilakukan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Bengkayang, Akan, Selasa (8/10).

“Atas nama dinas dukcapil menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, dan juga berharap bisa bersabar. Karena ketersediaan blangko di Disdukcapil saat ini memang lagi kosong. Hal ini memang terkait dengan ketersediaan dari pusat lagi kosong, dan sampai saat ini pun belum ada pengadaan dari pusat,” ujar Akam, menjelaskan.

Menurutnya, kekosongan blangko di Disdukcapil tersebut tak hanya membuat kerja dan pelayanan pada masyarakat terkendala. Namun katanya, begitu setelah blangko ada, akan segera mengakomodir permohonan yang sudah masuk.

“Selama blangko kosong selama ini kita sudah ambil langkah-langkah, yaitu menerbitkan surat penganti KTP atau disebut dengan suket. Dan itu memang instruksi dari pusat dan mengarahkan seperti itu, dan itulah solusi yang diberikan dengan memberikan suket,” jelasnya.

Suket, sambung Akam, juga dapat digunakan di manapun untuk kebutuhan pelayanan publik. Perlakuan nyanjuga sama seperti Suket, sehingga masyarakat diharap dikhawatirkan.

“Semua dapat kita atasi, walau memang fisik KTP elektronik yang dibutuhkan belumĀ  sesuai dengan harapan masyarakat. Saya hanya minta agar masyarakat bersabar dulu, mudah-mudahan nanti secepatnya blangko sudah ada,” kata Akam.

Akibat blangko kosong, lanjutnya, pihaknya mendapatkan banyak keluhan dan beragam tanggapan dari masyarakat terutama yang sudah merekam.

Hal itu juga bahkan di posting oknum masyarakat di media sosial Facebook. Namun, Disdukcapil berusaha maksimal dsn meminta maaf atas kondisi yang terjadi saat ini.

“Kekosongan blangko juga bukan hanya di kabupaten Bengkayang, namun secara merata di seluruh daerah. Untuk ketersediaan blangko juga kita belum bisa pastikan ada hingga akhir tahun 2019,” ujarnya.

Doe I Ariz

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button