HeadlineKapuas RayaKilas KalbarNews

Kades Nanga Man Ketiban Rejeki Ikan Seladang 100 Kg

Musim kemarau kondisi air sungai Melawi surut. Warga Desa Nanga Man biasanya memancing ikan ke sungai. Selain dilarang menangkap ikan dengan cara di setrum, warga desa dianjurkan tidak melakukan PETI saat kemarau.

triggernetmedia.com – Warga di Desa Nanga Man, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi dihebohkan dengan penangkapan ikan Seladang berukuran besar yang berhasil ditangkap Kepala Desanya, Saparudin di sungai Melawi, Selasa (28/8).

Ikan Seladang sangat mirip dengan ikan Patin, dan kaya akan gizi.

Warga lainnya kemudian berbondong bondong turun ke jamban untuk melihat langsung ikan Seladang berukuran besar hasil tangkapan Saparudin itu.

Saparudin mengatakan, bahwa ikan Seladang dengan berat 27 kilogram itu didapatnya dengan cara dipancing.

“Pancing yang digunakanpun adalah pancing dengan ukuran tali besar. Selama musim kemarau ini sudah sekitar 100 kilogram ikan Seladang yang saya dapat dari hasil memancing. Tapi, yang berukuran besar baru kali ini di dapat,” ungkap Saparudin, Rabu (28/8).

Ikan Seladang habitatnya memang hidup di air tawar. Di Kabupaten Melawi, ikan-ikan tersebut biasanya ada di hulu sungai Melawi.

Ikan yang kaya akan gizi itu masih sangat diminati masyarakat. Meskipun harganya cukup mahal, yakni Rp100 ribu perkilogramnya dipasaran.

“Ikannya sudah laku terjual bang. Karena banyak peminat. Apalagi ikannya masih kondisi segar,” kata Saparudin.

Menurut Saparudin, selain ikan Seladang, di sungai Melawi umumnya masih banyak terdapat habitat ikan ikan sungai berukuran besar lainnya, seperti ikan Baong dan ikan Lais.

“Kalau kondisi sungai Melawi sedang surut, biasanya memasang dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk mencari ikan,” ujarnya.

Saparudin menegaskan, di Desa Nanga Man  masyarakatnya sangat dilarang menangkap Ikan ke sungai dengan cara diracun ataupun di setrum.

“Kami juga mengimbau kepada para penambang emas, khususnya di sungai Melawi ini untuk tidak beroperasi di musim kemarau. Karena masyarakat sangat memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari hari, seperti mandi, mencuci dan lainnya,” kata Saparudin.

 

Dea I Ariz

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button