ComunityHeadlineKilas KalbarKubu RayaSerba-serbiSospolhukam

Gerakkan Ekonomi Warga Lewat Bakul Anyaman

"Kita ingin bagaimana perputaran uang itu jangan sampai lari keluar padahal kita mau memajukan daerah. Mana kebutuhan yang bisa dipenuhi sendiri jangan disia-siakan. Karena sumber daya alamnya ada dan bisa menjadi tambahan penghasilan," tuturnya di Sungai Raya, Kamis (8/10/2020).

triggernetmedia.com – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan terus mengajak masyarakat di berbagai desa untuk membuat besek dan bakul. Besek atau tempat makanan berbahan anyaman bambu dan daun, direncanakan pada 2021 mendatang akan digunakan menggantikan kotak makanan berbahan kertas, styrofoam, dan plastik, khususnya pada kegiatan-kegiatan di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Muda Mahendrawan menerangkan hal itu dilakukan dengan sejumlah alasan. Selain tujuan pelestarian lingkungan, penggunaan besek dan bakul produksi masyarakat akan menggerakkan ekonomi lokal. Karena besek tersebut akan dibeli oleh pemerintah daerah dan organisasi-organisasi di bawah naungannya.

“Kita ingin bagaimana perputaran uang itu jangan sampai lari keluar padahal kita mau memajukan daerah. Mana kebutuhan yang bisa dipenuhi sendiri jangan disia-siakan. Karena sumber daya alamnya ada dan bisa menjadi tambahan penghasilan,” tuturnya di Sungai Raya, Kamis (8/10/2020).

Muda mengatakan nantinya besek dan bakul akan digunakan untuk mewadahi makanan berat dan ringan yang dikonsumsi pada setiap agenda kegiatan pemerintah daerah. Karena itu, dirinya bakal mengeluarkan peraturan yang mewajibkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menggunakan besek dan bakul. Hal itu rencananya akan dimulai pada 2021 mendatang.

“Sehingga kita membantu produk punya masyarakat. Sekaligus uangnya kembali ke masyarakat dan inilah keberpihakan yang nyata buat masyarakat di kampung-kampung. Ke depannya wajib bagi semua dinas dan organisasi di bawah naungan pemerintah daerah hingga di desa. Ini bukan soal perintah, melainkan inilah tanggung jawab karena uangnya lari ke masyarakat sendiri,” jelasnya.

Pemerintah kabupaten, sambung Muda, melalui birokrasi komit untuk menyerap produk masyarakat. Sebelumnya, produk-produk seperti beras lokal, seragam sekolah, dan produk-produk UMKM juga diserap oleh pemerintah daerah.

Selain itu, dikatakannya kondisi pandemi justru menjadi peluang bagi warga untuk berkreasi menciptakan produk-produk dari sumber daya alam yang ada. Sebab di masa pandemi produk luar yang masuk berkurang drastis.

“Di masa ketika produk luar berkurang justru kitalah yang berusaha keras untuk menciptakan produk-produk dari tempat kita dari hasil alam. Kenapa? Karena nantinya ketika pasca pandemi ini produk kita bisa masuk ke tempat yang bersaing dengan produk dari luar,” ujarnya.

Lebih lanjut Muda menyebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat fokus memasifkan penggunaan besek dan bakul. Bahkan Kubu Raya diharapkan dapat menjadi sentra penghasil besek.

Dirinya pun menegaskan, pemerintah daerah komit memperkuat usaha masyarakat melalui dinas-dinas dan organisasi yang ada.

“Semua akan kita mintakan untuk menggunakan produk ini. Memang membangun kebiasaan itu perlu waktu, tapi akhirnya masyarakat akan memakai itu. Mulai dari dari arisan-arisan kecil, majelis taklim, kegiatan masjid, dan berbagai tempat acara-acara memakai bakul semua. Ini ramah lingkungan jadi jangan ragu,” ajaknya.

Muda Mahendrawan juga menyebut penggunaan besek dan bakul kembali ke peradaban awal manusia. Di mana hal tersebut dahulu juga dilakukan. Pembuatan dan penggunaan besek, ujarnya, adalah salah satu cara membangun karakter mandiri generasi muda.

“Kita sudah ajarkan karakter kepada anak-anak untuk mandiri. Ini tidak perlu dibeli dari luar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda, mengatakan program Dekranasda Kubu Raya terkait pembuatan besek dan bakul telah memasuki tahun kedua. Pihaknya berharap program memasifkan penggunaan besek dalam setiap kegiatan dapat terwujud.

“Jadi kenapa kita fokus sosialisasi khusus untuk membuat besek dan bakul? Karena ada beberapa tujuan. Selain mengejar pasar untuk menambah penghasilan dan pendapatan, juga bagaimana kita menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Kalau plastik dan styrofoam itu merusak lingkungan,” katanya.

Rosalina menilai Kubu Raya memiliki sumber daya alam melimpah. Karena itu, dirinya berharap sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Memang untuk memulai itu perlu proses dan perjuangan. Bagaimana bisa merealisasikan mimpi kita. Jadi memang fokus kita tahun ini di anyam-anyaman. Nah, kita mulai dari membuat bakul yang memang dipakai sehari-hari dan murah serta mudah didapat bahannya. Di Kubu Raya bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuat bakul itu ternyata banyak,” tuturnya.

Rio I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close