HeadlineIndonesia MembangunKabar DesaKilas KalbarKubu Raya

Geliat Desa Jeruju Besar yang Kian Tumbuh Pesat dan Mandiri

Ini kiat Bupati Kubu Raya dalam mendorong pesatnya perkembangan Desa Jeruju Besar.

triggernetmedia.com – Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap merupakan salah satu desa yang dinilai berkembang pesat di Kabupaten Kubu Raya. Dalam kurun tiga tahun terakhir, desa ini sudah dua kali berubah status, yakni dari status desa berkembang naik menjadi desa maju, dan dari desa maju meningkat menjadi desa mandiri. Menurut Kepala Desa Jeruju Besar Nurhalijah, pencapaian tersebut diantaranya atas sentuhan tangan dingin Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

“Beliau adalah inspirator dan motivator kami, yang memberikan inovasi-inovasi kepada kami tentang pengembangan desa. Apalagi saat ini desa memang dituntut untuk menuju desa mandiri,” ungkap Nurhalijah, Selasa (18/2).

Bupati Muda Mahendrawan, sambung Nurhalijah, memiliki banyak gagasan dan memberikan inspirasi, seklaigus motivasi. Salah satunya ide tentang pengelolaan dana desa dengan transaksi nontunai. Melalui implementasi nontunai di desa, kini pihaknya merasa sangat dimudahkan.

“Selain efektif dari segi waktu dan efisien dalam hal biaya, ini salah satu ide dan gagasan Bupati kita. Alhamdulillah kami merasa terbantu program cash management system. Di mana semua transaksi desa itu tidak lagi menggunakan tunai, tapi dengan perbankan online. Jadi kepala desa sekarang tak lagi ribet bawa uang banyak-banyak. Kalau dulu ke bank bawa pengawal sampai dua orang. Alhamdulillah kemarin sudah dilakukan pemeriksaan inspektorat berjalan lancar,” katanya.

Kekinian, lanjut Nurhalijah, kegiatan Badan Usaha Milik Desa di Jeruju Besar juga sudah berjalan. Dengan beberapa bidang usaha seperti penyewaan tenda, peternakan sapi, toko material, dan objek wisata Equator Park yang telah dikunjungi ribuan wisatawan sejak dibuka pada dua bulan lalu.

“Kami masih akan menggali potensi lainnya, seperti potensi air yang ada di wilayah kita. Saat ini kami juga adalah salah satu pemasok terbesar untuk desa-desa lainnya, khususnya untuk ayam buras dan ikan. Kami pun saat ini akan segera meluncurkan produk pakan dengan pembiayaan BumDes. Produk pakan ini telah diteliti pihak provinsi,” ujarnya.

Nurhalijah menambahkan, proses pembangunan di desanya melibatkan seluruh unsur masyarakat desa. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa juga sangat baik. Dan itu tidak hanya didominasi oleh kaum pria.

“Jadi kalau khusus untuk pengurusan administrasi, itu 70 persen sudah memberdayakan perempuan. Artinya emansipasi perempuan memang berjalan di desa ini,” katanya.

Terkait kegiatan pelayanan sosial dasar, Nurhalijah mengaku sering berkonsultasi dengan Bupati Muda Mahendrawan. Menurutnya, bupati sangat responsif dan membantu.

“Kita ingin menjadikan di desa mandiri ini tidak ada lagi pembiaran terhadap masyarakat yang susah, anak-anak putus sekolah, dan orang-orang yang sakit. Insya Allah mudah-mudahan itu dapat kami wujudkan,” harapnya.

Bupati Muda Mahendrawan menilai status desa mandiri sebagai sesuatu yang wajar dibanggakan. Namun ia berpesan kepada aparatur desa jangan sampai tergelincir dan bermasalah.

“Ini status yang boleh dibanggakan, cuma tetap tidak boleh terlena. Harus tetap semangat,” ujarnya
Muda.

Upaya pembangunan daerah, kata Muda, wajib dilakukan bersama-sama. Di mana pemerintah kabupaten bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Upaya pemberdayaan, penguatan ekonomi rakyat, dan sosial dasar pelayanan harus ditangani bersama-sama.

“Saya menyerang dari atas dan desa menyerang dari bawah. Dengan begitu semua program bisa maksimal,” katanya.

Kecamatan Sungai Kakap termasuk Desa Jeruju Besar memang memiliki potensi besar. Diantaranya potensi sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sebagainya. Wilayah tersebut bahkan dinilai lebih kaya daripada Kota Pontianak. Sebab Sungai Kakap memiliki aset berkelanjutan yang tidak akan habis.

“Kita Kubu Raya punya lahan kelapa seluas 100 ribu hektare lebih. Jadi aset yang seperti itu adalah aset yang menjamin keberlanjutan dan keberlangsungan. Itu adalah aset yang justru harus kita rawat bersama-sama. Itu belum termasuk aset sosial seperti budaya dan keberagaman,” pungkas Muda.

Rio I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close