HeadlineKhatulistiwaKilas KalbarlingkunganNews

Dukung Ditetapkannya World Mangrove Centre di Provinsi Kalbar.

Heart of Borneo atau jantung Kalimantan merupakan habitat bagi 10 spesies endemik primata, lebih dari 350 spesies burung, 150 spesies reptil dan amfibi, dan 10.000 spesies tumbuhan.

triggernetmedia.com – Sekda Provinsi Kalbar, A.L Leysandri mengungkapkan, Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki hutan hujan tropis yang luas mencapai 5,4 juta hektar, hutan hujan tropis disebut sebagai paru-paru dunia.

“Karena berdasarkan penelitian bahwa hutan ini menghasilkan hampir 40 persen oksigen yang ada dibumi. Kalbar telah mendeklarasikan sebagai provinsi paru-paru Dunia sejak tahun 2007 melalui deklarasi Heart of Borneo bersama dengan Negara Malaysia dan Brunai Darussalam,” kata A.L Leysandri pada acara Forum Diskusi Bersama Menjaga Hutan. Rabu (14/10/2020) di Hotel Golden Tulip.

Menurutnya, wilayah Heart of Borneo atau biasa disebut jantung Kalimantan merupakan habitat bagi 10 spesies endemik primata, lebih dari 350 spesies burung, 150 spesies reptil dan amfibi, dan 10.000 spesies tumbuhan.

Sejak tahun 2007-2010, sambungnya, sebanyak 123 spesies baru ditemukan di Wilayah ini, Wilayah Jantung Kalimantan memiliki sejumlah kawasan yang sudah lindung di Kalbar seperti Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Danau Sentarum.

“Selain kekayaan hutan dataran tinggi yang masuk dalam wilayah Heart of Borneo, Kalbar juga kaya akan wilayah hutan di daerah pesisir yang terkenal dengan hutan mangrove. Terdapat 177.023.738 hektar hutan mangrove yang tersebar di 7 (tujuh) Kabupaten dan yang paling luas berada di Kabupaten Kubu Raya seluas 129.604.125 hektar,” papar Leysandri.

Leysandri menyebut, hutan mangrove berfungsi sebagai sumber mata pencaharian dan produksi berbagai jenis hutan dan hasil hutan kayu, sumber mata pencaharian nelayan, tempat rekreasi atau wisata alam, objek pendidikan pelatihan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Hutan Mangrove di Kalbar, lanjutnya, memiliki keunikan dan kekayaan serta keanekaragaman hayati yang khas dan langka seperti bakau mata buaya dan lenggadai betina yang hanya ada di Kalbar dan hutan mangrove juga menjadi habitat bagi banyak hewan langka seperti bekantan dan ikan pesut

“Dengan pertimbangan luas hutan mangrove yang cukup besar dan besarnya fungsi hutan ini maka saya mendukung ditetapkannya World Mangrove Centre di Provinsi Kalbar,” tegasnya.

Dirinya juga berharap pengelolaan hutan di Kalbar tetap dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat baik yang berada didalam maupun diluar kawasan hutan, kemudian peningkatan pelestarian terhadap hutan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan dan Kemandirian Desa dan pengembangan ekowisata, jasa lingkungan, serta program pembayaran karbon dari penurunan emisi dari sektor berbasis hutan merupakan alternatif-alternatif kegiatan yang dapat dikembangkan dan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap hutan.

“Semoga forum ini nantinya banyak menghasilkan rekomendasi terutama bagaimana Kalbar dalam menjaga hutan bisa berdampak khususnya bagi masyarakat Kalbar,” ujarnya.

Pemprov Kalbar, kata Leysandri, akan berupaya bagaimana kawasan-kawasan hutan bisa berdampak bagi ekonomi masyarakat, kita ada madu dari Kapuas Hulu yang dikelola oleh kelompok petani madu di Danau Sentarum sudah masuk shopee, sudah boleh beli online dan kemasannya mengguanakan teknologi yang higienis.

“Mudah-mudahan masyarakat juga akan mencintai dan menjaga hutan dengan baik, sehingga supaya tidak terjadi kebakaran,” harapnya.

Rilis

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close