HeadlineKilas KalbarMaritimNewsSospolhukam

Danrem 121/Abw Tebar 5000 Benih Ikan dan Udang di Sungai Pawan

"Sungai Pawan tidak hanya digunakan masyarakat ketapang untuk jalur transportasi, namun sebagian masyarakat memanfaatkanya sebagai penopang hidup, terutama masyarakat disepanjang sungai Pawan," ungkap Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny.

triggernetmedia.com – Disela Kunjungan Kerjanya di wilayah Kodim 1203/Ktp, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny,  melakukan kegiatan restocking (penebaran benih ikan dan udang).Kegiatan tersebut merupakan kerja sama dengan Komunitas PSP PEDAS (Pemancing Sungai Pawan Pemerhati Daerah Aliran Sungai).

Pada kesempatan itu, Danrem 121/abw mengawali penebaran benih ikan dan udang sebanyak 5000 ekor. Penebaran benih dilakukan secara simbolis di aliran Sungai Pawan Kelurahan Mulia Kerta Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang.

Kegiatan itu juga diikuti para Kasi Rem 121/Abw, Dandim 1203/Ktp beserta istri, adapula komunitas PSP PEDAS.

“Sungai Pawan tidak hanya digunakan masyarakat ketapang untuk jalur transportasi, namun sebagian masyarakat memanfaatkanya sebagai penopang hidup, terutama masyarakat disepanjang sungai Pawan,” ungkap Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny.

Danrem mengatestockkan ring atau penebaran benih ikan dan udang ini bertujuan untuk menjaga ekosistem sungai dan kelestarian habitat ikan dan udang khususnya di sepanjang aliran sungai pawan serta menambah populasi dan keanekaragaman jenis ikan didalamnya.

“Dengan demikian populasi ikan, dan udang diharapkan kedepan dapat meningkatkan kesejahteraan melalui hasil tangkapan nelayan setempat,”ujarnya.

Danrem berharap apa telah dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat yang menopangkan hidupnya melalui aliran Sungai Pawan itu.

“Dan saya berharap masyarakat juga berperan aktif menjaga kelestarian dan ekosistem sungai,” pesan Danrem.

Sementara itu ketua Komunitas PSP PEDAS (Pemancing Sungai Pawan Pemerhati Daerah Aliran Sungai) Hery Susanto mengapresiasi Danrem 121/Abw dan jajarannya. Pihaknya berharap melalui kegiatan restocking itu, masyarakat jadi terdorong untuk menjaga kebersihan sungai.

“Seperti tidak lagi membuang sampah atau segera membersihkan sungai jika ada sampah yang menyangkut. Mereka tentu tidak ingin bibit ikan yang ada, mati karena kondisi air yang kotor, tentunya semua itu perlu perhatian dari semua pihak,” katanya, Kamis (21/5/2020) di Ketapang.

Jhon I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close