HeadlineKesraLandakLipsusMaritimNewsSospolhukam

Bupati Landak Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

Karolin tegaskan akan menerbitkan Perda terkait pembakaran lahan untuk pertanian.

triggernetmedia.com – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa dalam setiap kunjungan kerjanya ke desa-desa selalu mengimbau dan mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Hal tersebut dilakukan guna menekan adanya titik hotspot yang dapat menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain itu, Bupati Karolin juga meminta masyarakat terutama para petani untuk dapat membuka lahan dengan cara tidak membakar lahan seperti melakukan pertanian sawah ataupun memberikan racun rumput agar dapat membuka lahan yang ramah lingkungan.

“Saya meminta kepada masyarakat jangan lagi melakukan pembakaran jika membuka lahan pertanian, karena saya tidak mau lagi masyarakat berurusan dengan aparat keamanan. Untuk para petani yang mendapatkan bantuan ini saya juga sudah memberikan bantuan untuk racun rumput agar dapat membersihkan rumput ketika membuka lahan pertanian, sehingga kita bisa menekan titik hot spot di Kabupaten Landak dan dampak asapnya tidak mengganggu orang lain,” ungkap Karolin, Minggu (2/8/2020).

Jika memang harus melakukan pembakaran lahan, sambung Karolin, maka akan diatur dengan Peraturan Bupati tentang tata cara melakukan pembakaran hutan secara aman dan tidak menyebabkan dampak yang besar yang dapat menimbulkan Karhutla.

“Kalaupun terpaksa harus dibakar, saya hanya memberikan ijin pembakaran hanya untuk tanam padi saja tidak untuk yang lainnya apalagi untuk lahan sawit, itu tidak boleh. Dan dalam waktu dekat ini saya akan mengeluarkan Peraturan Bupati tentang tata cara membuka lahan dengan cara dibakar, tetapi saya meminta masyarakat agar melakukan cara lain selain membakar lahan,” ujar Karolin menegaskan.

Lebih lanjut Karolin menjelaskan, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Area Lahan Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kabupaten Landak juga akan mengeluarkan Peraturan Bupati terkait dengan hal tersebut.

“Salah satu isi dari Perbup tersebut yakni setiap kepala keluarga hanya boleh melalukan pembakaran seluas 2 hektare saja tidak boleh lebih. Selain itu, pembakaran lahan dilakukan secara bergantian dan diawasi bersama oleh masyarakat. Nanti kepala desa akan menjadwalkan waktu pembakaran lahan yang sudah disetujui oleh camat dan instansi terkait. Ini akan segera kita lakukan,” jelas Karolin memungkasi.

Dek I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close