HeadlineKilas KalbarSingBeBas

BNN Bengkayang Minta Generasi Milenial Tolak Narkoba

BENGKAYANG (triggernetmedia.com) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bengkayang mengelar Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online Bagi Netizen, dengan sasaran generasi Milenial atau kaum muda yang melek teknologi.

“Peserta ada 30 siswa SLTA Sedersjat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, edukasi secara dini bagi generasi muda, generasi bangsa sebagai penggerak kemajuan negara dimasa yang akan datang,” kata Kepala BNN Kabupaten Bengkayang, Antonius Freddy Romy, Kamis (13/12).

Dikatakan forum komunikasi anti narkoba berbasis media online bagi netizen sangat penting dilakukan. Karena media sosial merupakan tempat yang luas dan cepat dalam mengabarkan, dan berbagi informasi terkait dengan penyalahguna dan bahaya narkoba.

“Kita sengaja mengundang Adik-adik SMA ini, karena mereka adalah generasi Milenial, generasi yang akan meneruskan bangsa yang bersih dari Narkoba. Jadi sejak dini kita ingin perkenalkan kepada mereka bahayanya narkoba, yang merusak diri dan bangsa,” ujar Romy.

Di Bengkayang sendiri, kata Romy dalam kurun waktu satu tahun 2018 ini, BNN sudah menanggani sebanyak seratus lebih kasus narkoba yang di rehabilitasi, baik rawat inap maupun rawat jalan.

“Kondisi yang demikian kita khawatir, apalagi Bengkayang ini sangat rentan dan rawan masuknya narkoba yang dibawa dari Negara tetangga, lewat perbatasan. Sehingga kita perlu melakukan sosialisasi yang lebih intensif terhadap generasi muda agar mereka bisa mengkampanyekan lewat media sosial yang mereka miliki,” ucapnya.

Sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan peraturan Presiden RI Nomor 23 tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional, Keputusan Menteri Salam Negeri RI nomor 21 tahun 2013 tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, serta Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika tahun 2018-2019. Hal ini sangat perlu di lakukan guna menyelamatkan banyak generasi.

“Narkoba itu sekali membunuh ribuan yang mati, proxy war. Itulah perangnya generasi sekarang, berperang dengan narkoba. Kalau tidak dilakukan secara dini kepada generasi muda, maka kita memberikan kesempatan untuk generasi hancur,” sebut Romy.

Romy juga mengatakan, ditahun 2018 ini, BNN RI sudah berhasil menggagalkan narkotika di Kabupaten Bengkayang sebesar 80 Kg sabu, dan 4629 butir pil narkoba jenis happy Five.

Sementara di kabupaten Landak BNN juga berhasil menggagalkan sebanyak 37 KG sabu atau metamfetamin.

“Untuk pencegahan penggelapan, pengedaran narkoba ini tidak lepas dari sinergisitasi instansi terkait, terutama pihak kepolisan Polres Bengkayang, Polres Landak, TNI dan Bea Cukai. Karena BNN Bengkayang menanggani dua kabupaten Bengkayang dan Landak” sebutnya.

Romy membeberkan, bahwa kebanyakan pemakai narkiba adalah kalangan pekerja, baik swasta dan PNS. Sebagian kecilnya dari remaja atau pelajar.

“Kita mengharapkan kerjasama antar masyarakat dan pemerintah dalam menunjang program pemerintah, mencegah dan memberantasi penyalahgunaan dan pengelapan narkotika di Kalimantan Barat, terkhusus di Bengkayang ini,” harap Romy.

Hingga saat ini pemerintah melalui kementerian dalam negeri membentuk program desa bersinar. Yang artinya bersih dari pengedaran gelap narkoba. Dimana program desa bersinar ini perwujudan dari pembangunan berwawasan anti narkoba di Kabupaten Bengkayang.

Sementara, hubungannya dengan media sosial, lanjut Romy karena pengaruh dan penjualan pun banyak dilakukan lewat sosial media. Baik itu YouTube, Twitter, FB, Instagram dan lain-lainnya, serta pergaulan yang salah.

“Oleh karena itu, gunakanlah media sosial dengan bijak, berbisnis lah yang positif. Jangan mudah terpengaruh, apalagi narkoba itu membuat kita kecanduan, sama halnya juga main media sosial. Kami sudah tua dan akan mati, kalianlah generasi muda, jadi jaga diri dan jauhi obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan kalian,” imbaunya.

Pewarta : Doe
Editor : Dhesta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close