HeadlineKesehatanKhatulistiwaKilas KalbarNews

Tiga Orang Santri Dinyatakan Reaktif Rapid Test

"Dari tiga orang ini dua sudah dinyatakan negatif. Dan satu masih menunggu hasil swabnya," ujar Harisson.

triggernetmedia.com – Rapid test bagi para santri yang akan berangkat ke pondok pesantren di luar Kalimantan Barat masih dilakukan. Tes cepat itu dilakukan di Aulia Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, pelayanan rapid test kepada santri dari Kalbar yang akan kembali ke pulau Jawa sudah dilakukan selama seminggu belakangan.

“Berdasarkan hasil rapid test itu, ditemukan tiga orang santri yang dinyatakan reaktif,” jelasnya, Senin (29/6/2020) di Pontianak.

Selain itu, kata dia, pelayanan rapid test akan dilakukan setiap hari sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka.

Pihaknya pun tidak menerbitkan surat perjalanan dan langsung melakukan tes swab untuk ketiga santri itu.

“Dari tiga orang ini dua sudah dinyatakan negatif. Dan satu masih menunggu hasil swabnya,” ujar Harisson.

Sementara itu, untuk hari ini sebanyak 110 santri yang akan kembali ke Surabaya melakukan rapid test. Rapid test itu dilakukan secara berurutan dan menjaga jarak serta tetap menggunakan masker.

“Santri ini tergabung dalam Ikatan Pesantren Indonesia yang ada di Kalbar,” ujarnya.

Harisson menuturkan santri yang melakukan rapid test ini akan kembali ke tanah perantau menggunakan jalur udara. Karena itu, hasil rapid test menjadi satu diantara syarat untuk melakukan penerbangan.

“Jadi berdasarkan permintaan IPI atau berdasarkan permintaan dari koordinator pondok-pondok pesantren itu ya mereka minta ke kita dan pak Gubernur sudah meminta Dinas Kesehatan Provinsi untuk memfasilitasi Rapid Test terhadap santri-santri yang akan pulang ke Jawa,” jelasnya.

Rapid test ini tidak dipungut biaya sama sekali. Selain itu, juga ada mahasiswa yang ingin kembali ke pulau Jawa dan melakukan rapid test di Dinkes Kalbar.

“Jumlah yang sudah kita lakukan pemeriksaan itu ada sekitar 578 orang ya, dan ini akan terus karena santri ini menurut info dari IPI itu ada sekitar 5000 yang ada di Kalimantan Barat ini,” sebut Harisson.

Rizka I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close