HeadlineKesehatanKhatulistiwaKilas KalbarNews

Tren Kesembuhan Covid-19 di Kota Pontianak  Meningkat

ERKA sebut angka kesembuhan Covid-19 di Pontianak di atas 85 persen.

triggernetmedia.com – Tren tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kota Pontianak kian menunjukkan peningkatan. Dilihat dari persentase, angka kesembuhan di atas 85 persen.

“Saat ini jumlah pasien positif yang sembuh tercatat 98 orang,” kata, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai coffee morning dengan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Senin (22/6/2020).

Edi menjelaskan, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan masih dirawat tersisa 13 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Pontianak yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 11 orang.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Hingga kini ada 22 sampel yang masih menunggu hasil pemeriksaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan, seiring kian bertambahnya jumlah pasien yang sembuh, Rusunawa Nipah Kuning yang menjadi rumah karantina saat ini juga sudah tidak ada pasien yang dirawat.

“Tetapi tenaga medis tetap stand by,” katanya.

Sidiq mennyatakan, jika melihat perkembangan kasus Covid-19 ini, seandainya tidak ada penambahan kasus baru maupun gelombang kedua, tren positif Covid-19 semestinya jumlah kasus di Pontianak sudah habis.

“Tapi dengan catatan tidak ada penambahan kasus,” tegasnya.

Sidiq menegaskan, rapid test tetap dilakukan untuk mentracing penyebaran Covid-19. Apabila ada PDP yang dirawat di rumah sakit, keluarga pasien bersangkutan ditracing sehingga penyebarannya bisa segera diketahui.

Kasus positif Covid-19 di Kota Pontianak, jelasnya lagim relatif terkendali. Sementara angka penularan secara nasional cukup tinggi. Meskipun relatif terkendali dan masyarakat beraktivitas kembali. Namun ia mengingatkan agar tetap waspada dan menerapkan prinsip-prinsip pengendalian Covid-19 yakni dengan melakukan protokol kesehatan.

”Adaptasi kebiasaan baru ini harus menjadi perhatian masyarakat agar tidak menjadi gelombang baru dan apa yang sudah dicapai tidak sia-sia,” timpalnya.

Jim I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close