HeadlineKetapangKilas KalbarNewsSospolhukam

Tipikor Pembangunan Sumur Pantek, Majelis Hakim Periksa Saksi Saksi

“Dari persidangan itu terungkap fakta yang disampaikan saksi yakni masing-masing kontraktor bahwa mereka mengaku sudah diarahkan oleh terdakwa untuk menggunakan atau memakai alat yang disediakan oleh terdakwa,” ujarnya.

triggernetmedia.com – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dalam Kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2015 yang merugikan negara mencapai Rp 1,5 Miliar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto mengungkapkan pada Senin (15/6/2020) pengadilan negeri Tipikor Pontianak kembali melanjutkan sidang kedua terhadap terdakwa Hendri Sibuea dengan agenda pemeriksaan terhadap saksi.

“Sidang kedua ini setidaknya ada 20 saksi yang terdiri dari 9 orang Dinas diantaranya panitia pengadaan, PPTK, Kepala Dinas, Astek serta PPHP, kemudian dari Polres yang menangani laporan kasus ini serta 11 orang dari pelaksana,” sebutnya.

Agus melanjutkan, sidang yang terbuka untuk umum tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Dalam persidangan tersebut, hadir pula para saksi, jaksa penuntut umum, hakim dan kuasa hukum terdakwa. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang dari dalam rutan menggunakan videoconference.

“Dari persidangan itu terungkap fakta yang disampaikan saksi yakni masing-masing kontraktor bahwa mereka mengaku sudah diarahkan oleh terdakwa untuk menggunakan atau memakai alat yang disediakan oleh terdakwa,” ujarnya.

Agus menambahkan, dari fakta persidangan diketahui bahwa kontraktor pelaksana sejak awal telah diarahkan oleh terdakwa dengan meminta pembayaran uang dimuka secara cash untuk terdakwa sebesar Rp 45 juta untuk satu alat kegiatan sedangkan riilnya harga satu alat senilai Rp 37 juta.

“Sidang lanjutan nanti akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pontianak pada Senin (22/6/2020) mendatang, dengan agenda pemanggilan saksi-saksi lain lantaran masih ada saksi yang akan diperiksa termasuk saksi ahli yang belum diperiksa,” jelas Agus.

Sebelumnya persidangan perdana kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2015 yang merugikan negara mencapai Rp 1,5 Miliar itu berlangsung pada Jumat (13/6/2020) lalu, dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

“Terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa sejauh ini tidak mengajukan esepsi atas surat dakwaan tersebut,” beber Agus.

Jhon I Ariz

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close