HeadlineKesehatanKesraKhatulistiwaKilas KalbarNewsPendidikan

Pemprov Kalbar Cairkan 2,9 Miliar Untuk Bantuan Mahasiswa Luar Kalbar

"Pemberian bantuan mahasiswa yang masih berada diluar Kalbar kita berikan sebesar Rp 1.5 juta kalau BLT kan Rp 1.8 juta, tapi kita hanya bisa berikan Rp 1.5 juta saja untuk tiga bulan. Kalau di Kalbar seharusnya Kabupaten yang membantu," jelasnya di Pontianak, Jum'at (12/6/2020).

triggernetmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mencairakan anggaran sebesar Rp 2,9 Miliar dari dana APBD untuk memberikan bantuan mahasiswa yang berada di luar Kalbar dan tidak bisa kembali ke Kalbar karena adanya pandemi COVID-19.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan, untuk satu orang mahasiswa akan diberikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta yang akan diberikan secara berkala dalam waktu tiga bulan.

“Pemberian bantuan mahasiswa yang masih berada diluar Kalbar kita berikan sebesar Rp 1.5 juta kalau BLT kan Rp 1.8 juta, tapi kita hanya bisa berikan Rp 1.5 juta saja untuk tiga bulan. Kalau di Kalbar seharusnya Kabupaten yang membantu,” jelasnya di Pontianak, Jum’at (12/6/2020).

Ia menuturkan pemberian bantuan kepada mahasiswa asal Kalbar yang sedang berada diluar Kalbar sampai saat ini masih terus berjalan.

“Kita sudah cairakan bantuan untuk mahasiswa sudah hampir Rp 3 Miliar . Awal data mahasiswa yang masuk sebanyak 10 ribu. Lalu setelah data kita lihat ternyata 3000 data bukan KTP Pontianak, Kalbar,” ucapnya.

Ia menegaskan walaupun ada anak Kalbar tapi bukan KTP Kalbar tidak akan termasuk yang menjadi penerima bantuan. Lalu dari setiap data dilakukan tracing lagi untuk melihat nomor induk mahasiswa.

“Ternyata ada nomor induk mahasiswanya tapi sudah tidak tercatat di perguruan tinggi.
Kemudian terkahir kita minta nomor rekening harus atas nama pribadi bukan atas nama orang lain atau pun keluarga. Lalu terakhir kita minta hidupkan lokasi dan ternyata sebagian sudah berada di Kalbar,” jelasnya.

Ia mengatakan dari data yang masuk tentu dilakukan tracing dengan sebenar-benarnya untuk memastikan validnya data tersebut.

“Jadi untuk data yang sudah valid sampai saat ini dan yang sudah di transfer sebanyak sekitar 2000 lebih mahasiswa dengan nilai 2,9 dan masih terus berjalan,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada siapapun jangan ada pemanfaatan anggaran COVID-19 yang tidak benar satu rupiah pun. Maka nanti akan dilakukan pemeriksaan yang didamingi oleh BPKP.

Dhesta

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close