HeadlineITKilas KalbarNewsPendidikanTekno

Minimnya Jaringan Internet Jadi kendala Belajar Daring di Kalbar

“Kelemahannya memang jaringan yang belum optimal tersedia di pelosok kalbar, juga peralatan penunjang seperti laptop, HP hingga biaya paket,” ungkap Suprianus di Pontianak, Kamis (27/5/2020).

triggernetmedia.com – Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Suprianus Herman mengatakan ketersediaan jaringan yang belum optimal di pelosok provinsi menjadi kendala dalam proses penerapan belajar jaringan (daring) sementara yang tengah digencarkan Pemerintah ditengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Kelemahannya memang jaringan yang belum optimal tersedia di pelosok kalbar, juga peralatan penunjang seperti laptop, HP hingga biaya paket,” ungkap Suprianus di Pontianak, Kamis (27/5/2020).

Ia menyatakan pemerintah menggencarkan pembelajaran daring selama pandemi COVID-19. Untuk Kalimantan Barat saja sudah tiga kali perpanjangan libur belajar di sekolah. Selama libur itu siswa belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi.

“Terakhir, masa libur belajar di rumah akan berakhir tanggal 30 Mei 2020,” katanya.

Meski menghadapi kendala, kata Suprianus, guru berupaya tidak melakukan tatap muka untuk belajar di tengah pandemi ini. Tatap muka hanya dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah disediakan. Ini dilakukan sekolah yang memang dari sisi akses internet hingga fasilitas penunjang lainnya siap melakukan belajar dari rumah.

Dilanjutkan Suprianus, guru atau sekolah yang memang minim fasilitas justru memanfaatkan media sosial seperti whatsapp sebagai sarana belajar daring.

“Bahkan ada yang menggunakan SMS, menyesuaikan dengan situasi kondisi sekolah karena ada anak-anak yang kurang mampu,” kata Suprianus.

Namun, sambung dia, ada juga sekolah yang benar-benar tidak bisa memanfaatkan fasilitas itu meskipun SMS. Sekolah-sekolah itu justru menggunakan jasa kurir untuk mengirimkan materi pelajaran ke siswa.

“Jadi guru membuat soal kemudian menitipkan ke murid, kemudian dikumpulkan kembali,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, juga dilakukan cara yang tak jauh berbeda. Pengumuman kelulusan diantar oleh kepala sekolah langsung misalnya, ada juga yang dititipkan untuk disampaikan kepada penerimanya.

“Ini menjadi kreativitas guru karena memang sama sekali tidak bisa daring,” jelas Suprianus.

Suprianus mengakui, kondisi saat ini kemudian membuat mata pelajaran yang disampaikan tidak bisa tuntas.
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat bahkan sudah melakukan kajian sebagai evaluasi belajar dari rumah.

Sejumlah kendala didapatkan berdasarkan kajian itu. Seperti jarak siswa yang sangat jauh. Siswa berada di pedalaman, ladang hingga kawasan perkebunan. Jaringan internet tidak ada. Kemudian orangtua tidak memiliki HP android maupun laptop.

“Termasuk guru tidak memiliki kesiapan dalam melaksanakan belajar dari rumah,” ungkap Suprianus.

Dhesta

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close