HeadlineKesraKilas KalbarLandakLipsusNews

Pemkab Landak Pastikan Bantuan Untuk Masyarakat Tidak Tumpang Tindih

"Kami upayakan agar bantuan tidak tumpang tindih. Jadi orang yang sudah mendapatkan satu jenis bantuan tidak akan mendapat jenis bantuan lainnya dan kami minta aparat desa serta masyarakat dapat mengawasi penyaluran bantuan tersebut," tegas Karolin, Selasa (26/5/2020) di Ngabang.

triggernetmedia.com – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa kembali memastikan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah untuk masyarakat tidak tumpang tindih.

“Kami upayakan agar bantuan tidak tumpang tindih. Jadi orang yang sudah mendapatkan satu jenis bantuan tidak akan mendapat jenis bantuan lainnya dan kami minta aparat desa serta masyarakat dapat mengawasi penyaluran bantuan tersebut,” tegas Karolin, Selasa (26/5/2020) di Ngabang.

Dalam situasi penanganan COVID-19, sebut Karolin, untuk membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian atau berkurang mata pencahariannya dalam situasi saat ini, pemerintah mulai dari tingkat pusat, Provinsi hingga Kabupaten telah memberikan banyak bantuan.

Bantuan-bantuan itu antara lain Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial yang saat ini distribusinya dilakukan oleh kantor Pos kepada 22 ribu maayarakat Kabupaten Landak yang masuk dalam data maayarakat miskin Kabupaten Landak.

Selain itu, ada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kemudian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Selain daripada itu, kalau ada yang tidak mendapat bantuan BST dari Kemensos ini, masih ada lagi bantuan yang lain. Masih ada sekitar 13 ribu masyarakat Kabupaten Landak yang terdaftar sebagai penerima PKH, dan BPNT yang nanti dalam situasi covid-19 ini ada penambahan,” ujar Karolin.

Mengingat BLT dana desa yang dianggarkan terbatas yaitu hanya 30 persen dari total anggaran dana desa, sehingga mungkin masih ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Tetapi, sebut Karolin, Pemkab Landak yakin jumlahnya sudah tidak banyak, dan masyarakat yang paling memerlukan sudah mendapatkan bantuan.

“Nah bantuan dana desa ini punya keterbatasan makaimal 30 persen yang dapat digunakan untuk memberikan bantuan tunai. Karena ada kuotanya mungkin masih ada yang tersisa yang belum mendapat bantuan, tetapi saya yakin jumlahnya sudah sangat sedikit. Dan saya yakin yang paling membutuhkan pasti sudah dapat,” kata Karolin.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Landak juga menyediakan bantuan pangan berupa beras yang saat ini dalam proses penyaluran untuk masyarakat terdampak COVID-19.

Dek I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close