BisnisEkonomiHeadlineKhatulistiwaKilas KalbarMaritimNews

Produksi Bawang di Kalbar Tahun Ini Cuma 60 Ton

Minimnya produksi bawang merah di Kalbar saat ini menyebakan Kalbar harus memasok bawang merah ke luar atau bergantung dari daerah lain. Akibatnya harga bawang merah tentu akan terus bergejolak.

triggernetmedia.com – Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Diswanak) Kalimantan Barat (Kalbar) Muhammad Munsif menuturkan produksi bawang merah di Kalbar tahun ini hanya sekitar 60 ton.

“Selain daging ayam, harga komiditi lain seperti bawang merah ternyata sudah mengalami kenaikan,” ungkapnya Kamis (21/5/2020) di Pontianak.

Munsif menyebut pada dasarnya kebutuhan bawang di Kalbar saat ini mencapai 900 ton. Sayangnya produksi bawang merah di Kalbar tahun ini sangat merosot jauh, yakni hanya sekitar 60 ton.

“Memang sejauh ini lokasi tanam yang cocok hanya di seputar wilayah Kabupaten Bengkayang,” ungkap Munsif.

Minimnya produksi bawang merah di Kalbar saat ini menyebakan Kalbar harus memasok bawang merah ke luar atau bergantung dari daerah lain. Akibatnya harga bawang merah tentu akan terus bergejolak.

Pihaknya, sebut Munsif, akan berusaha keras untuk mencari pasokan dari sentra produksi di luar Kalbar.

“Semoga masih kebagian pasokan mengingat saat ini hampir sebagian besar daerah butuh bawang merah untuk masyarakat yang sedang menyambut lebaran,” katanya.

Begitu juga dengan bawang putih, sambung Munsid, kondisi ini tidak hanya terjadi di Kalbar saja. Melainkan sampai ke skala nasional. Sebab diakui dia memang Kalbar tidak memiliki lokasi dan iklim yang ideal untuk menanam bawang putih.

“Hampir suruhnya harus diimpor dari China dan India,” sebutnya.

Dhesta

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close