HeadlineKhatulistiwaKilas KalbarNews

Majelis Hakim Vonis 5 tahun Penjara Untuk Gidot, 4 Tahun Untuk Alexius

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan keduanya secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur pasal 12 A UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 Tahun 2001.

triggernetmedia.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak menjatuhkan vonis hukuman penjara selama lima tahun penjara, denda 200 juta dan subsider satu bulan kurungan kepada Bupati Bangkayang non aktif Suryadman Gidot. Putusan ini, lebih rendah jika dibandingkan tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Gidot pidana enam tahun, denda 200 juta dan subsider tiga bulan kurungan.

Sementara itu, hukuman pidana selama empat tahun dijatuhkan kepada Alexius, disertai dengan denda Rp 200 juta dan uang pengganti sebesar Rp 4 juta.

Putusan ini pun lebih rendah satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang itu penjara lima tahun, dan denda Rp200 juta dan uang pengganti Rp4 juta dan kurungan selama tiga bulan.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan keduanya secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur pasal 12 A UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 Tahun 2001.

Kuasa hukum Gidot dan Alexius, Andel menuturkan dalam pertimbangan majelis hakim, sudah jelas bahwa terdakwa dipertimbangkan tidak ditemukan kerugian keuangan negara.

Kedua terdakwa tidak memiliki niat untuk melakukan perbuatan tersebut. Selanjutnya yang ketiga bahwa uang itu sudah dikembalikan kepada rekan-rekan.

“Kemudian diputuskan oleh majelis hakim 5 tahun penjara.Untuk itu kami sampaikan kepada terdakwa dan masih mikir-mikir,” ucap Andel di Pontianak, Selasa (19/5/2020).

Andel mengatakan urusan sebanding atau tidaknya putusan itu tetap merupakan kewenangan majelis hakim. Sebab seluruh keputusan adalah kewenangan majelis hakim.

“Karena kami selaku penasihat hukum memang mengatakan bahwa terdakwa tidak bersalah. Namun karena majelis hakim mempertimbangkan itu itu keputusan majelis hakim,” ucap Andel.

“Kalau lewat dari tujuh hari berarti telah terima. Kalau belum dari tujuh hari masih bisa banding,” pungkas Adel.

Dhesta

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close