AnalisisEkonomiHeadlineKeuanganKhatulistiwaKilas KalbarNews

Terdampak COVID-19, Ini Kiat Positif Dari Pengamat Ekonomi

"Jadi kita harus terima keadaan ini. Tidak ada yang salah tapi alamlah yang menghendaki keadaan seperti ini. Jadi kita harus menerima ini," kata Ali Nasrun.

triggernetmedia.com – Pengamat Ekonomi dari Universitas Tanjungpura, Ali Nasrun menilai mengeluh adalah hal lumrah yang terjadi di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Dia bahkan menyebut, keluhan bisa datang dari seluruh kalangan.

“Bahkan tingkat dunia termasuk amerika Jerman dan Italia jadi tidak aneh kalau mengeluh,” ujar Ali Nasrun di Pontianak, Minggu (16/5/2020).

Menurutnya ada empat komponen yang bisa diterapkan dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Pertama semua orang harus menerima keadaan sulit saat ini merupakan sebuah kenyataan. Sebab bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan pandemi dunia.

“Jadi kita harus terima keadaan ini. Tidak ada yang salah tapi alamlah yang menghendaki keadaan seperti ini. Jadi kita harus menerima ini,” kata Ali Nasrun.

Kedua lanjut Ali, semua orang harus mulai menyesuaikan diri dengan tidak berpikir sama seperti kondisi normal. Artinya tetap bersyukur jika masih ada pendapatan. Sebab banyak yang berusaha namun tidak meraih pendapatan sama sekali. Bukan hanya pengusaha kecil bahkan yang besar juga begitu.

“Sebagai pengusaha ya bagaimana kita harus memperkecil aktivitas atau mungkin stop dulu. Sebagai konsumen ya kita tahap-tahap ini mungkin pendapatan berkurang bahkan tidak dapat sama sekali, berarti kita harus menggunakan pendapatan yang sudah ada. Berhemat-hematlah,” saran Ali.

Ali menuturkan yang perlu dipenuhi saat ini adalah kebutuhan pokok saja. Dalam kata lain, intinya bisa tetap makan. Bahkan pola makan pun bisa disederhanakan.

“Nasi sama telur goreng atau telur rebus sekarang dirumah sudah biasa saya makan. Bukan tidak mau yang lain ya kondisi seperti ini kita harus beradaptasi dengan kondisi seperti ini,” kata Ali.

Kemudian yang ketiga, lanjut dia, yang paling penting adalah bagaimana tetap berpikir positif dan produktif. Jikalau kita tidak bisa bekerja diluar maka bisa bekerja saja dirumah apa yang bisa dikerjakan.

Ia pun memberi contoh para pengrajin masker kain misalnya, yang saaat ini justru bisa berpenghasilan walau hanya bekerja dari rumah.

“Kalaupun tidak ada kerjaan yang menghasilkan ya kemas rumah dan lebih dekat dengan keluarga. Ternyata asik,” katanya.

“Kemudian terakhir siap-siap untuk bangun kembali badai pasti berlalu. Kita siap tidak menghadapi itu berdasarkan keadaan apa adanya. Jadi empat tahap yang tadi saya katakan Insyaallah bisa buat kita tenang,” tutupnya.

Dhesta

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close