AnalisisBisnisEkonomiHeadlineKhatulistiwaKilas KalbarMaritimNews

Harga Cabai Rawit Naik, Ini Kata Sekretaris Poktan Khatulistiwa

"Kekurangan pasokan cabai disuatu daerah diperkirakan tidak berlangsung lama," kata Bambang.

triggernetmedia.com – Sekretaris Kelompok Tani Khatulistiwa, Bambang mengatakan kenaikan harga cabai rawit saat ini merupakan hal yang wajar. Hal itu disebabkan akibat terjadinya peningkatan permintaan pasar pada saat mendekati hari raya Idul Fitri.

“Menurut saya kenaikannya masih dalam hitungan terjangkau. Kurang lebih seputaran Rp 30 sampai 35 ribu perkilogramnya,” kata Bambang di Pontianak, Minggu (17/5/2020).

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Perusda Provinsi Kalimantan Barat mendatangkan kurang lebih 1 ton cabai rawit dari Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, pasokan untuk petani lokal pun saat ini diakui berjalan dengan normal.

“Tapi nampaknya ada sedikit berkurang. karena ada sebagian yg beralih ke tanaman lain dan ada juga yang kurang baik panennya,” ungkap Bambang.

Bambang menyebut, ada beberapa contoh penyebab lain yang dapat menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga komoditi. Seperti gagal panen. Ada pula beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gagal panen, yakni cuaca ekstrem dan serangan dari hama penyakit.

“Tentunya itu sangat berpengaruh terhadap pasokan. Untuk itu jika terjadi demikian diharapkan pihak terkait segera mencarikan solusi. Dan yang paling cepat ya mendatangkan dari daerah lain yang lagi surplus atau kecukupan,” ujar dia.

Meski begitu, lanjut Bambang, ia meyakini kekurangan pasokan komoditi cabai rawit disuatu daerah tidak akan berlangsung lama. Sebab masa tumbuh kembang cabai dari proses penanaman hingga panen tidak memakan waktu yang lama. Asalkan tidak ada kendala mengenai lahan.

“Dan perlu di ketahui juga bahwa cabai bukan musiman. Jadi bisa panen terus menerus juga masa tanamnya petani juga tidak serentak. Hingga panennya bisa gantian secara berkelanjutan,” jelas dia.

Dhesta

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close