HeadlineKesraKilas KalbarLandakLipsusNasionalNews

Kabupaten Landak Siap Menopang Ketahanan Pangan Kalbar

"Untuk padi kami punya lahan kurang lebih 45.000 hektare, dan Januari sampai dengan Maret kami laporkan sudah penen 110.000 ton. Kami harapkan tidak ada halangan sampai dengan akhir tahun kabupaten Landak bisa menyumbangkan hasil panen 317.000 ton. Dan ini cukup untuk kita di Kabupaten Landak swasembada serta bahkan bisa mendukung daerah lain di Kalimantan Barat juga," kata Karolin menambahkan.

triggernetmedia.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara langsung melaporkan kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengenai kesiapan ketahanan pangan di kabupaten Landak ditengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melalui rapat online yang digelar oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama dengan Komisi IV DPR RI, Gubernur dan Bupati se-Indonesia, serta melakukan gerakan tanam padi atau jagung serentak di Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, Selasa (12/5/2020).

Dalam kesempatan ini Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Landak terutama hasil pertanian padi mencukupi yang dibuktikan dengan hasil panen padi yang saat ini dicapai.

“Dengan luas area pertanian sekitar 45 ribu hektare, Kabupaten Landak bisa menghasilkan sekitar 317 ribu ton padi per tahunnya, dan hasil swasembada padi ini bisa mencukupi kebutuhan pangan di kabupaten Landak bahkan bisa mendukung untuk ketersediaan Kalimantan Barat,” kata Karolin.

“Untuk padi kami punya lahan kurang lebih 45.000 hektare, dan Januari sampai dengan Maret kami laporkan sudah penen 110.000 ton. Kami harapkan tidak ada halangan sampai dengan akhir tahun kabupaten Landak bisa menyumbangkan hasil panen 317.000 ton. Dan ini cukup untuk kita di Kabupaten Landak swasembada serta bahkan bisa mendukung daerah lain di Kalimantan Barat juga,” kata Karolin menambahkan.

Selain, sambung Karolin, di Kabupaten Landak juga akan mempersiapkan komoditas pangan lainnya yaitu jagung. Saat ini Kabupaten Landak menargetkan lahan lebih dari lima ribu hektare yang berasal dari lahan peremajaan sawit untuk ditanami jagung sebagai upaya penyediaan pangan.

“Kurang lebih ada delapan ratus hektar lahan peremajaan sawit yang akan ditanam jagung pada tahun ini. Target kami dalam waktu dekat kita akan menanam jagung paling tidak kurang lebih 5.565 hektare,” jelas Karolin.

Merespon apa yang disampaikan Bupati Landak ini, Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr.H.Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah dalam mengupayakan ketersediaan pangan ditengah bencana pandemi COVID-19 saat ini.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih dan rasa bangga saya bahwa seluruh Bupati memiliki semangat yang tidak pernah pudar, dan menjamin ketersediaan pangan yang ada didaerah masing-masing, bahkan siap menjadi penyanggah ketahanan pangan nasional,” ucap Yasin Limpo.

Lebih lanjut Menteri Pertanian ini mengimbau seluruh Kepala daerah agar terus memperkuat ketahanan pangan didaerah masing-masing. Dirinya berharap adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait penguatan ketahanan pangan nasional.

“Pada bulan ini kita lakukan percepatan secara maksimal. Saya berharap kita sempat melakukan persiapan lahan-lahan yang ada. Yang sudah panen segera mempersiapkan tanam kembali. Saya berharap adanya kerjasama dengan Dirjen Saya,” katanya.

Menteri Pertanian Yasin Limpo juga meminta semua daerah menyediakan lumbung pangan agar selalu ada ketersediaan cadangan pangan didaerah untuk mencukupi kebutuhan pangan maayarakatnya.

“Siapkan lumbung pangan masing-masing baik ditingkat Provinsi, kabupaten hingga desa. Yang saya dorong adalah keersediaan beras, cadangan beras pemerintah daerah harus ada,” pinta Yasin Limpo.

Dek I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close