HeadlineKesehatanKilas KalbarKubu RayaNews

Perspektif Bupati KKR Dalam Penanganan COVID-19

Muda sebut jaga imunitas dapat menjauhi kepanikan.

triggernetmedia – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam mencegah dan menangani wabah CoOVId-19 atau virus corona. Ada satu konsep penanganan menarik yang diusung Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, yakni menjaga masyarakat dari kepanikan. Sehingga sejumlah upaya pun dilakukan dengan sentuhan khas yakni berupaya meminimalkan potensi kepanikan warga.

Menurut Muda Mahendrawan, sikap kewaspadaan menyikapi wabah tidak boleh malah memunculkan kepanikan berlebihan. Sebab kepanikan hanya akan mengakibatkan turunnya imunitas atau kekebalan tubuh menghadapi penyakit.

“Kalau orang cemas, otomatis bisa turun imunitasnya dan mudah tertular,” ujarnya Sabtu (9/5/2020) di Kubu Raya.

Karena itu, sambung Muda, berbagai kebijakan diambil Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan tujuan memberikan ketenangan di masyarakat. Selain mendistribusikan masker cuma-cuma untuk seluruh masyarakat Kubu Raya, pemerintah kabupaten juga menggelar lomba daring bagi para siswa. Yakni lomba azan, baca Quran, dan menulis-membacakan surat untuk Bupati Kubu Raya.

Selain dapat membangun pola pikir dan sikap anak, dikatakan berbagai lomba tersebut juga menjadi cara mencegah anak dari stres.

“Mudah-mudahan ini cukup menyenangkan anak-anak supaya tidak stres. Nah, yang stress ini mudah ketularan. Soalnya wabah ini yang lebih berbahaya itu stres dan kepanikan,” ujar Muda.

Contoh lain dari upaya meminimalkan kepanikan, lanjut Muda, ditunjukkan tim medis Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Misalnya pada saat melakukan penjemputan orang dalam pemantauan (ODP), tim tidak langsung menggunakan atribut alat pelindung diri lengkap. Atribut baru dipakai ketika sudah berada di lokasi.

“Nanti sesampainya di lokasi penjemputan, barulah tim berganti baju APD lengkap. Ini supaya tidak menimbulkan kepanikan dari masyarakat. Itu memang strategi yang sudah kita atur,” ungkapnya.

Muda menilai kengerian hanya akan memunculkan kepanikan dan stres. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya punya cara pandang lain dalam upaya penanganan COVID-19.

“Makanya strategi-strategi kita selalu berusaha dengan cara-cara yang lebih soft dan tidak menimbulkan kepanikan,” ucapnya.

Langkah Bupati Muda Mahendrawan sejalan dengan pandangan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi). Psikolog Wiene Dewi dari Himpsi menyatakan kepanikan, kecemasan, dan stres dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga rentan terhadap penyakit termasuk infeksi COVID-19 atau virus corona.

Ia menuturkan kondisi marah, cemas, sedih, dan tertekan akan memicu otak mengeluarkan hormon noradrenalin.
Yaitu hormon yang sangat beracun yang membuat fisik kita menjadi lemah, sakit-sakitan, cepat tua dan, cepat mematikan syaraf.

Wiena menjelaskan, menghadapi masa krisis COVID-19, masyarakat harus berpikiran positif dan tenang. Supaya mental sehat dan daya tahan tubuh tidak melemah. Dengan daya tahan tubuh yang terjaga baik, maka tubuh tidak mudah terkena penyakit. Ia juga meminta warga untuk selalu tenang dan mengikuti arahan pemerintah. Sehingga dapat bertindak antisipatif terukur dengan tidak memiliki kecemasan berlebihan atau kekhawatiran dan stres berkelanjutan.

“Mari kita saling mendukung dan jangan saling menyalahkan,” ajaknya.

Wiene menambahkan, jika ingin sehat, hormon endorfin harus banyak keluar dari dalam tubuh karena hormon ini dapat memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. Memunculkan hormon ini caranya adalah dengan terus berpikiran positif, berperasaan positif, dan bersyukur.

“Dengan begitu secara otomatis tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin atau yang dikenal sebagai ‘hormon kebahagiaan’,” ujarnya.

Rio I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close