HeadlineKilas KalbarlingkunganMempawahNewsSospolhukam

Patroli TNI/Polri Temukan 2 Lahan Karhutla di Kabupaten Mempawah

2 lahan kosong yang terbakar dengan luas masing -masing kurang lebih 1 hektare di Jalan Teluk Dalam Dusun Telok Dalam Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat.

triggernetmedia.com – Patroli Karhutla di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang dipimpin langsung Danramil Siantan Kapten Arm Buntoro Nugroho dan Kapolsek Siantan Iptu Tarminto pada Minggu (29/3/2020) sekira pukul 13.30 WIB menemukan adanya 2 lahan kosong yang terbakar dengan luas masing -masing kurang lebih 1 hektare di Jalan Teluk Dalam Dusun Telok Dalam Desa Wajok Hulu.

“Lahan tersebut tidak diketahui siapa pemiliknya,” kata Kapolsek Siantan Iptu Tarminto, Senin (30/3/2020).

Tim Patroli TNI/Polri kemudian dibantu masyarakat melakukan pemadaman api dengan menggunakan satu buah mesin robin. Beruntung api dapat dipadamkandi areal lahan kosong yang terbakar.

Atas kejadian karhutla itu, masyarakat sekitar diimbau untuk selalu menjaga lingkungan sekitar, khususnya terkait lahan kosong yang berpotensi terjadi karhutla.

“Apabila api hidup kembali masyarakat diharapkan untuk segera membantu memadamkan dan menghubungi petugas gabungan baik Polsek maupun Koramil jungkat,” ujar Kapolsek Siantan Iptu Tarminto.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar lahan pada saat melakukan aktivitas dalam pengelolaan lahan, khususnya untuk lahan perkembunan ataupun kegiatan pertanian.

Ia menyatakan Patroli TNI/Polri akan rutin dilakukan dan terkoordinasi dengan Perangkat Desa dan stakeholder. Hal tersebut dilakukan guna pencegahan dan penanggulangan terjadinya Kebakaran hutan dan lahan di wilahah Hukum teritorial Koramil dan Polsek Siantan.

Iptu Tarminto menegaskan, kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan serta dampak yang dapat ditimbulkan dari kebakaran lahan tersebut tentu saja tidak terlepas dari kebiasaan oknum-oknum di masyarakat yang membuka lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Sebab cara itu merupakan cara yang praktis dan tidak memerlukan biaya yang besar, namun cara tersebut dinilai sangat tidak tepat. karena selain berpotensi menimbulkan karhutla dan kerusakan lingkungan juga bertentangan dengan aturan,” jelasnya.

Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close