HeadlineKesehatanKilas KalbarLandakLipsusNews

Kebutuhan Alkes di Daerah Sangat Mendesak Tangani Covid-19

Bupati Landak minta Pemerintah Pusat tertibkan distributor alkes.

triggernetmedia.com – Sejak 2 Maret 2020 Indonesia pandemi Virus Corona (Covid-19) ditemukan di Indonesia. Hal tersebut kemudian menimbulkan dampak diberbagai sektor penting.

Kelangkaan sejumlah alkes (alat kesehatan) seperti masker dan hand sanitizer terjadi hingga di daerah. Kondisi tersebut hingga kini masih terjadi, tak terkecuali di kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

“Padahal kita sangat membutuhkan sejumlah sarana alkes dalam menangani corona virus disease (Covid-19) mematikan ini,” ungkap Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, Minggu (29/3/2020) saat melakukan patroli di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Landak.

Bupati Karolin mengatakan, sejauh ini pihaknya di daerah sudah berupaya berkoordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat berkaitan dengan penanganan dan penganggaran.

“Namun untuk hal ini kita minta kepada pemerintah pusat untuk menertibkan distributor alat kesehatan ini sehingga kabupaten Landak dapat mendapatkan alkes dengan harga terjangkau, dan stoknya tersedia sehingga kits tidak berhadapan dengan spekulan alkes,” ujarnya.

Karolin mengaku kesal, karena meskipun kabupaten Landak telah merealokasi anggaran seperti yang telah dialokasikan namun tidak dapat dibelanjakan karena untuk belanja pengadaan barang, tetapi barang yang sangat diperlukan dan mendesak seperti sejumlah alkes tidak ada.

“Bahkan meskipun hari ini kita punya uang tapi kita tidak bisa belanja karena barang tidak ada. Selain itu, selalu mengalami perubahan harga setiap hari dengan peningkatan yang luar biasa, misalnya saja baju Hazmat harga normal 900 ribu tapi karena langka sehingga ada yang menawarkan kepada kita dengan harga 2 juta lebih. Oleh sebab itu, kami berharap kepada Menteri Kesehatan dan Kapolri untuk memberi perhatian kepada distributor untuk tidak main-main dengan harga disaat situasi bencana seperti ini,” tegas Karolin.

Selain itu, Karolin juga akan berusaha secara mandiri dalam memenuhi peralatan kesehatan yang merupakan kebutuhan pokok dalam menangani Covid-19 ini.

Langkah ini dipilihnya mengingat bantuan dari pemerintah pusat belum cukup karena bantuan yang disalurkan dari pusat merupakan bantuan alat-alat kesehatan yang harus dibagi ke seluruh Indonesia.

“Kita juga tidak bisa terlalu berharap dengan pemerintah pusat karena pemerintah pusat juga harus membagi alkes tersebut ke seluruh Indonesia yang meskipun kita mendapat bantuan ini namun belum cukup,” kata dia.

Pemerintah kabupaten Landak, lanjut Karolin, juga berusaha secara mandiri untuk membeli alkes tersebut. Namun yang jadi kendala adalah alat kesehatan yang diperlukan justru tidak ada dipasaran.

“Kalaupun ada harganya sudah diatas harga normal sehingga kami dalam menggunakan anggaran negara juga tetap harus hati-hati,” sebut Karolin.

Dek I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close