BisnisHeadlineKesehatanKulinerNasionalNews

Usaha Kuliner Rontok Dihantam Covid-19, Ini Tips Agar Bertahan Lewati Wabah

Industri kuliner (F&B) di 13 kota mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan.

triggernetmedia.com – Penyebaran Novel Coronavirus atau COVID-19 praktis menghantam seluruh lini kehidupan. Tak hanya kesehatan, berbagai sektor industri juga kena imbas virus yang pertama kali ditemukan di China ini.

Beberapa sektor yang terkena dampak dari Covid-19 ialah ialah industri food and beverage (F&B) alias kuliner, jasa, dan ritel. Berdasarkan data internal Moka, untuk industri F&B, dari 17 kota yang diobservasi, sebanyak 13 kota mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan.

Dengan total 13 kota terdampak dari 17 kota yang diobservasi, industri kuliner merupakan industri yang paling terdampak akibat dari penyebaran Corona Covid-19.

Bali dan Surabaya merupakan dua kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang paling signifikan dibandingkan dengan kota lain dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 18 persen untuk Bali dan 26 persen untuk Surabaya.

Kondisi Penurunan Pendapatan Harian Industri. (dok: Moka)

Sementara untuk Jabodetabek juga mengalami penurunan pendapatan harian yang cukup signifikan, namun tidak setajam Bali dan Surabaya.

Wilayah yang terkena dampak di daerah Jabodetabek yang paling signifikan terjadi di Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Anjuran dari pemerintah untuk tidak keluar dari rumah guna memperlambat laju penyebaran virus Corona Covid-19, membuat masyarakat tinggal lebih banyak di rumah, dan juga memberi dampak pada industri kuliner (F&B).

Perubahan perilaku ini menyebabkan peningkatan pembelian makanan yang dibawa pulang (take-away food) meningkat sebesar 7 persen pada Januari hingga Februari.

Sebenarnya ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan oleh para pemilik bisnis, agar cash flow bisnis tetap positif.

Pertama, berfokus pada promosi untuk take-away delivery, karena permintaannya yang meningkat.

Manfaatkan database pelanggan untuk selalu mengkomunikasikan promosi yang ada melalui e-mail, SMS, ataupun WhatsApp.

Untuk kunjungan fisik, budayakan melakukan transaksi non-tunai dengan menggunakan debit atau digital payment.

Di tengah keadaan seperti ini, penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memposisikan diri sebagai bisnis yang memperhatikan konsumen dan seluruh stakeholder bisnis terkait higienitas.

Lindungi para karyawan dan konsumen dengan penggunaan masker, hand sanitizer, dan pentingnya untuk terus mengkomunikasikan kebersihan di lingkungan sekitar.

Sumber : Suara.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close