HeadlineKilas KalbarSanggauSospolhukam

ABK 19 Tahun Tenggelam di Perairan Sungai Kapuas

TLP di perairan Sungai Kapuas, persis di Kampung Sungai Ringin Dusun Pebaok, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

triggernetmedia.com – Kepolisian Sektor Tayan Hilir, Polres Sanggau, Polda Kalbar, menyatakan telah menerima laporan terkait hilangnya seorang Anak Buah Kapal (ABK) TB. Jabal Rahma di Sungai Kapuas.

ABK tersebut diketahui identitasnya  bernama M. Faza Fadli (19).  ABK yang bilang masih remaja ini diketahui terjatuh saat mandi di tongkang KGM 14, sekira jam 12.00 wib, pada Sabtu (15/2) kemarin di perairan Sungai Kapuas, persis di Kampung Sungai Ringin Dusun Pebaok, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

“Giat piket bawas dan piket Bhabinkamtibmas sudah dilakukan sejal jam 23.30 wib, kita mendampingi tim Basarnas Provinsi guna cek TKP langsung, sekaligus upaya pencari korban dengan menerjunkan tim penyelaman.Penyelaman dilakukan pagi hari, karena sesuai SOP tidak diperbolehkan dilakukan penyelaman pada malam hari,” kata Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Sagi, Minggu (16/20) malam.

Peristiwa terjatuhnya korban dari kapal tunda Jabal Rahma saat bongkar muat bauksit di Kapal yang ditumpanginya ini, juga sudah dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak pada Sabtu (15/20) sekitar pukul 18.15 wib.

Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak menidaklanjuti laporan tersebut dengan memberangkatkan satu tim rescue untuk melakukan pencarian terhadap korban dilokasi kejadian.

“Kami telah memberangkatkan tim rescue Kantor SAR Pontianak dengan menggunakan 1 unit Rescue Car D Max dan Rubber Boat untuk mencari keberadaan korban. Tim rescue tiba dilokasi sekitar pukul 21.30 wib”, ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi.

Dalam pencarian terhadap korban, hekasnya, tim rescue Kantor SAR Pontianak akan berkoordinasi dengan BCC, Polsek dan Koramil Tayan Hilir, Puskesmas Tayan Hilir, dibantu awal kapal tunda Jabal Rahma lainnya, serta melibatkan masyarakat setempat, dan menyertakan pihak keluarga korban.

“Tim SAR gabungan yang kita terjunkan terdiri dari tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak berjumlah 5 personil. Dalam melakukan pencarian, tim rescue kita dilengkapi dengan peralatan medis, evakuasi, navigasi, komunikasi, dan selam. Tim basarnas kita stanbay di TKP dipandu langsung dantim Basarnas,” pungkas Yopi Haryadi.

Libertus I Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close