EkonomiHeadlineKapuas RayaKilas Kalbar

Pemkab Sanggau Bicara Era Revolusi Industri 4.0

Paolus Hadi : "Jadi saya rasa, kalau kita berbicara revolusi industri 4.0 tersebut, maka data itulah yang paling utama. Apabila sistem disini sudah bagus dan sudah terkoneksi dengan berbagai pihak, termasuk sampailah kepada Kementerian Koperasi Pusat, maka kalian sudah memulai yang namanya revolusi industri 4.0 tersebut," ujarnya.

triggernetmedia.com – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, membuka kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kredit CU Lantang Tipo Tahun Buku 2019. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan stabilitas keuangan, tata kelola dan jaringan anggota di era revolusi industri 4.0”, yang dipusatkan di Gedung Homing Tipo, Kecamatan Parindu, Jumat (7/2).

Pada kesempatan itu Bupati Paolus Hadi mengatakan, CU Lantang Tipo sudah sepantasnya memikirkan bagaimana mengolah sesuatu di dalam badan CU menjadi sistimatis dan digital. Karena dengan data yang hampir 200 ribu anggota dan dengan jumlah 51 kantor cabang , manajemen yang sudah cukup banyak ini seharusnya pengurusnya juga harus bertransformasi kepada yang lebih baik.

“Berbicara stabilitas keuangan, tata kelola dan jaringan anggota, CU Lantang Tipo ini sudah layak untuk melakukan perubahan-perubahan seperti yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0,” kata Paolus Hadi, melansir laman diskominfo.sanggau.go.id

Paolus Hadi kemudian mengurai, menurutnya adakah data anggota CU Lantang Tipo dengan lengkap di 51 kantor cabang tersebut?, sudah terintegrasi atau tidak dengan kantor pusat?, dari 200 ribu lebih anggota CU Lantang Tipo ini berapa orang petani kelapa sawit?, berapa pedagang serba-serbi anggota CU Lantang Tipo?, berapa petani yang hanya mengandalkan karet dan sawah? dan berapa anggota CU Lantang Tipo yang berladang?.

“Jadi saya rasa, kalau kita berbicara revolusi industri 4.0 tersebut, maka data itulah yang paling utama. Apabila sistem disini sudah bagus dan sudah terkoneksi dengan berbagai pihak, termasuk sampailah kepada Kementerian Koperasi Pusat, maka kalian sudah memulai yang namanya revolusi industri 4.0 tersebut,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau itu kemudian menyaran kepada pihak CU Lantang Tipo untuk dapat memiliki satu tempat media center yang menyediakan full data. Media center yang menyediakan data lengkap tersebut tentu saja harus dapat terkoneksi di 51 kantor cabang dan terkoneksi dibeberapa mitra kerjanya.

“Kita tentunya berbangga, karena di Kabupaten Sanggau ini CU Lantang Tipo menjadi yang terbesar di Kalimantan Barat. Saya juga tentunya berharap agar para CU lainnya untuk dapat mendukung pemerintah dalam banyak hal, terutama berkaitan dengan sumber daya manusia di Provinsi Kalbar dan secara khusus di Kabupaten Sanggau,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus CU Lantang Tipo, Andreas menyampaikan bahwa tema rapat anggota tahunan (RAT) pada tahun ini yakni mewujudkan stabilitas keuangan, tata kelola dan jaringan anggota di era revolusi industri 4.0.

“Ini yang ingin kami sampaikan kepada para anggota, mengingat di era sekarang segala sesuatu sudah mulai dengan sistem yang terkoneksi melalui handphone dan internet. Hal tersebut kita lihat bahwa di era sekarang orang-orang berbelanja dengan mudah melalui online dan ini merupakan suatu kemajuan, karena sekarang segala sesuatu ingin dilakukan dengan cepat dan tepat di era revolusi industri 4.0 ini,” jelasnya.

Setiap anggota, sambung Andreas, diharapkan memahami pergerakkan ekonomi yang begitu pesat, supaya tidak kelabakan dan tidak terlalu ketinggalan jauh dari pergerakan tersebut.

“CU Lantang Tipo memiliki permodalan yang cukup besar, yang bisa menjadi modal untuk bapak dan ibu dalam mengelola usaha yang ada. Karena itu CU Lantang Tipo terbuka untuk semua anggota, apabila ingin meminjam untuk modal sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ketua Pengurus CU Lantang Tipo itu.

Sekretaris Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi Kalbar, Suni mengapresiasi kepada CU Lantang Tipo yang sudah melaksanakan rapat anggota tahunan dengan tepat waktu. Menurutnya ada tiga aspek penting yang dapat dilihat dari pelaksanaan RAT ini, yaitu aspek kelembagaan.

“RAT merupakan indikator pertama selaku koperasi dinyatakan masih aktif dan berdasarkan laporan pelaksanaan RAT bahwa data koperasi akan di update di data sistem Kementerian Koperasi dan UKM RI dan selanjutnya akan diterbitkan sertifikat nomor induk koperasi.
Melalui RAT tersebut, diharapkan koperasi-koperasi yang lain dapat melaksanakan rapat anggota tahunannya dengan tepat waktu,” imbaunya.

Aspek kedua, lanjutnya, yaitu usaha. Dengan melalui laporan pengurus yang akan di sahkan pada forum RAT ini dapat dilihat sejauh mana kemajuan dan perkembangan usaha koperasi, serta sejauh mana koperasi mampu memberdayakan anggotanya untuk menciptakan peluang dan mengembangkan ekonomi produktif bagi anggotanya.

“Karena koperasi jangan hanya sekedar sebagai wadah menghimpun dan menyalurkan dana, akan tetapi menyediakan kebutuhan sarana produksi dan memasarkan hasil produksinya,” ujar Sekdis Perindagkop dan UKM Provinsi Kalbar, Suni.

Adapun aspek yang ketiga, kata dia lagi, yaitu aspek keuangan, sehingga melalui RAT ini dapat dilihat perkembangan aset, omset, modal dan sisa hasil usaha koperasi.

“Dari tiga aspek tersebut yang terpenting yakni laporan yang akan disampaikan oleh pengurus dan pengawas kepada rapat tahunan ini dan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anggota sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi,” tandasnya.

Sumber : Diskominfo Sanggau

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close